Pages

Showing posts with label garmin. Show all posts
Showing posts with label garmin. Show all posts

Jakarta Marathon 2015 : Mission accomplished !

Monday, 2 November 2015


Setelah event selesai 25 Oktober kemarin, dan dengan segala keseruan dan kesibukan saya pada seminggu ini, akhirnya saya bisa post update dari Road to Jakmar 2015 dengan hari-H nya sendiri

Latihan 5 bulan pun akhirnya harus dibuktikan, dan 25 Oktober adalah saatnya. Race Pack untuk Jakmar saya ambil pada hari pertama pengambilan Race pack nya di Balai Kartini. Dokumen yang diperlukan sudah saya siapkan sejak jauh hari, surat keterangan dokter pun saya bikin di Site Clinic tempat kerja di Papua saja...beres deh...

Berhubung saya datang pagi, keramaian dan antrian yang setelahnya saya dengar dari teman-teman ngga saya alami. Pengambilan BIB nya juga unik karena antrian nomor dan kaos dibedakan. Mungkin ini untuk menghindari potensi orang ngantri gara-gara milih atau nanya soal kaos, karena seperti yang sudah dijelaskan di website nya, pada saat pembagian kaos, warna tidak bisa milih dan size sesuai dengan pendaftaran. Saya sendiri dapat kaos warna biru...warna JakMar banget dan warnanya pun ngga terlalu mencolok kaya warna merahnya.

BIB 21483 pun di tangan. Sempat juga ketemuan dengan beberapa rekan dari group Kaskus Runner, namun karena waktu dan keperluan lain, saya pun ngga lama-lama disana. Oiya, disana kebetulan digelar juga event Sport Expo yang dihadiri beberapa tennant / brand seperti Adidas, Garmin, dan toko Suka Outdoor. Disini saya akhirnya membeli GU Gel dan kaos kaki Balega (one of my favourite so far..) buat race day nanti.

Selesai urusan BIB, selanjutnya ya persiapan peralatan perang...hehehe.. lebay ah.. Ngga lah, ngga segitunya. Honestly, dalam urusan berlari, saya termasuk orang yang minimalis. So far kurang berminat sama yang namanya botol minuman, topi, apalagi sampe pake hydration vest.. its a no no no...Celana pun lebih suka pakai yang kalo kata orang, celana gemes yang pendek.. Untuk kaos, berhubung kaos JakMar saya dapat H-3, kayanya udah ngga sempet lagi kalau mau dipakai untuk menghindari potensi nipple chaffing pas hari-H. Dengan pertimbangan ini, saya pun akhirnya putuskan buat pakai singlet Indorunners aja, pertimbangan lain, biar para tukang jepret mau motret saya karena dikira member Indorunners..hahahaa

Ini list nya:

1. Tech Singlet NB IndoRunners
2. Celana Adidas Climacool (ngga jadi pakai NB di foto karena takut paha lecet...)
3. Kaos kaki Balega Ultralight No-Show
4. Saucony Type A6
5. Kacamata hitam Oakley made in Blok M (tapi ini pakai lensa minus lho...)
6. Spibelt Tokolari
7. Garmin FR225
8. GU Gel 2 bungkus

Hari Sabtu saya luangkan buat rileks sama istri sambil menginap di hotel dekat Monas. Carbo loading pun dilakukan di Pizza Hut dekat hotel dan lumayan mengenyangkan perut lah. Dari booklet yang didapat dari race pack dan update di web Jakarta Marathon nya, Race Camp atau area Start sudah bisa diakses 2 jam sebelum start alias jam 3 pagi. Berhubung monas hanya sejarak jalan 10 menit, saya pun memutuskan buat tiba di Monas jam 3:30an saja lah. Jadi masih ada spare  1 jam lebih buat warm up atau jaga-jaga kalau ada kendala. Setelah tidur yang cukup, alarm pun sukses membangunkan saya jam 3an. Mandi air hangat dan segera berpakaian sambil memastikan kembali ngga ada yang ketinggalan, saya pun jalan ke Monas. Di perjalanan, jujur saya agak-agak takut kalau kaos saya ini menimbulkan masalah dan tidak boleh masuk, walaupun kalau kata temen-temen ngga pernah ada masalah koq soal kaos, yang penting BIB jangan ketinggalan.

3:30
Tiba di Monas, ternyata lokasi masih sepi! bahkan kita belom bisa masuk ke area start. Yang begini nih dalam hati saya sangat disayangkan. ketika hampir jam 4, gate pun baru dibuka. Saya pun segera masuk dan menuju ke garis start. Di garis start, para Marshall sudah berbaris dengan membawa sign untuk memisahkan barisan Full Marathon, Half Marathon, 10K dan 5K. Segera saya melakukan dynamic warm up dan beberapa pemanasan lain.

4:45
15 menit menjelang jam 5, para pelari sudah mulai memenuhi kotak-kotak start masing-masing kategori. Saya pun segera berbaris di kotak Half Marathon. Yang menjadi MC di acara tersebut adalah Melanie Putria dan seorang cowo yang namanya ngga disebut-sebut juga sampai start dimulai. Seperti biasa, ritual yang wajib dilakukan pada event lari adalah menyanyikan lagu Indonesia Raya. Dan sekali lagi disayangkan, musik pengiringnya ngga nyala! Jadilah saya dan belasan ribu peserta lainnya ber-accapella ria.. yah tetap lah lagu kebangsaan kita ini memang memanaskan suasana saat itu juga

5:00
Kategori Full Marathon dilepas! Disini adrenaline makin meningkat.. this is it.. its on...its on, saya ulang kalimat tersebut untuk menyemangati diri. Tidak sampai 10 menit setelah kategori FM dilepas, kami pun segera di-count down...

START !

Bergerak diantara kerumunan orang yang malah sibuk selfie di depan garis start bukanlah hal yang menyenangkan. Yang pasti, setiap beberapa saat, saya melirik ke jam untuk memastikan saya tidak overspeeding, sebuah fenomena yang umum terjadi saat perlombaan dimulai. Pace terlihat di angka kisaran 5:30 - 5:45 min/km, saya pun membandingkan dengan effort yang saya keluarkan dan saat itu pun enteng sekali. Walaupun di KM awal saya tidak berniat untuk lebih cepat, sekalian untuk memanaskan badan dulu, paling tidak di 2 KM pertama

KM 1 - 7
Rentang 7 km ini adalah dari garis start, menyusuri jalan Gajah Mada hingga ke Jembatan di Kota Tua alias Museum Fatahillah. Disini cuaca masih sangat bersahabat, dan jalanannya relatif turunan sehingga pace bisa dijaga dengan baik. Effort easy-medium masih bisa saya jaga disini. Beberapa adrenaline booster saat itu adalah sewaktu beberapa pelari elite 10K dengan mudahnya melewati rombongan peserta HM. Jalanan saat itu masih sepi, walaupun polisi tampak mulai kerepotan mengatur beberapa persimpangan yang mulai dipenuhi antrial mobil.

So far, great start lah untuk first one-third ini, disini pun saya melewati Pacer 2:00 untuk HM...wow... di tangan nih sub-2 pikir saya!

KM 8 - 14
Arah balik dari Kota Tua hingga sekitaran Masjid Istiqlal ini agak lumayan effortnya, karena kebalikan dari arah sebelumnya, jalanannya agak menanjak. Saya berusaha tetap menjaga cadence dan stride agar ngga terlalu membuang tenaga. Setiap Water Station yang ada tidak pernah saya lewatkan untuk rehidrasi. Yang agak disesalkan adalah proporsi Pocari Sweat dengan air mineral malah banyakan Pocari-nya. Memang mereka sponsor sih, cuma kebanyakan pelari lain pun jadinya rebutan air putih begitu WS-nya menyediakan.
Di depan Halte Busway Harmoni menuju Juanda, effort mulai berasa medium. Walaupun napas masih terkontrol tapi kaki mulai agar panas juga. Area Calf yang saya khawatirkan menegang, so far masih belum menunjukkan tanda-tanda kelelahan. Di rentang ini panitia sudah mulai menyediakan sponge berisi air dingin, tepat sekali yang saya butuhkan, langsung saya basahi leher dan punggung saya...brrrrrr... segar lagi rasanya. Setelah Istiqlal pun saya melewati seorang teman saya yang mengambil FM.

KM 15 - 21
The hell miles.... secara garis besar, rute nya sederhana aja, Monas puter balik di Bunderan HI dan balik ke Monas. Tapi iniiii...rasanya kaya ngga selesai-selesai! Seperti training saya sebelumnya, KM ini belum pernah saya lakukan, walaupun dalam sesi long run. Dan jujur, mental lumayan goyang.. antara ngga pede, sama emosi karena sudah berasa dekat finish.. Kaki pun jadi terasa wasted banget.
Kondisi ini makin diperparah dengan kehadiran side stich..! Sepertinya saya terlalu banyak minum Pocari ini..terpaksa saya turunkan pace sampai ke 6:30, dengan pertimbangan toh tadi sudah 2/3 rute saya diatas average pace. Setelah side stich mereda, saya pun berusaha menaikkan pace lagi, untungnya di KM akhir ini banyak sekali klub dan komunitas lari yang menjadi sukarela dan menyemangati kita. Beberapa kali mental teriak untuk jalan sebentar, namun tidak saya hiraukan. Ini adalah perjuangan kaki yang mulai lelah dan mental melewati KM akhir. Yang saya dahulukan adalah menenangkan mental saya, mencoba rileks, menikmati pemandangan & keramaian sekitar, which is worked well.

The final stretch, Monas sudah kelihatan, saya pun maksimalkan tenaga yang ada, sambil tetap menjaga agar ngga kebablasan dan collapse..

FINISH...!

Saya pun mempause jam GPS dan sesaat setelahnya tampil rekor Half Marathon baru yaitu 1:59:24!! Belum bisa berpikir jauh, saya segera mengambil pisang dan pocari untuk refreshment, lalu melakukan cold stretching. Calf dan paha saya sudah tegang ngga karuan..hehehee

Sisa hari itu pun saya habiskan dengan istri dan tidak memikirkan JakMar dulu. At least sampai official timing nya keluar.

Yang ditunggu akhirnya direlease, official timing Jakarta marathon saya:

Finish Time 1:59:47
Net Time 1:58:56

Mission accomplished.. training berbulan-bulan terbayar sudah.. Saya berhasil membuktikan kalau manusia bisa menembus batasan dirinya dengan cara yang tepat, dan bagi saya, itu adalah soal berlari.

Jakarta Marathon sudah saya amini sebagai race terakhir untuk 2015. Jadi ini akan menjadi bulan-bulan off season buat saya, dan akan saya manfaatkan untuk bulking dan strengthening fisik saya dulu.

Pain is temporary, pride is forever.






Read more ...

Long Run - Medium Effort 1:30:00

Tuesday, 29 September 2015



Salah satu sesi long run terakhir sebelum dinas kembali minggu ini. Saya belum menembus waktu 1:30:00 ini untuk mengkondisikan badan dengan durasi "kira-kira" segitu, karena target PB adalah sub-2.

Beberapa progress yang saya dapat dari sesi ini adalah, saya berhasil me-manage endurance saya dengan average heart rate pada zona Aerobic, kelihatannya jarang sekali menyentuh lower Treshold, dan pace average dibawah 6 min/km.

Dari perhitungan Race Calculator yang pernah saya lakukan, at least pace flat 5:40 harus bisa saya lalukan untuk sub...nearly 2:00:00

Well, masih ada minggu sesi training sebelum taper week untuk melihat sedekat apa saya dengan target PB Jakmar saya ini.

Read more ...

Road to Jakarta Marathon 2015 : Tempo Interval run (seru juga)

Wednesday, 26 August 2015
Jadi... setelah training saya kemarin, saya mulai berpikir... di HR zone mana seharusnya Half Marathon Race pace saya. Mulailah saya googling sana sini mencari referensi, mulai dari forum garmin, runners world dll. Hingga saya menemukan di beberapa forum terdapat kalimat yang sama yaitu McMillan Race Calculator.

Saya pun menemukan website yang dimaksud, yaitu www.mcmillanrunning.com. Pada website tersebut, kita dapat memasukkan race pace terakhir kita atau yang kita ketahui, kemudian memasukkan target next race time dan web akan memberikan average pace reccomendation...plus training pace !

Betul..training pace, mulai dari interval, tempo, recovery dll. Yang mencuri perhatian saya adalah istilah Tempo Inteval.. apa lagi ini??

Boleh dibilang, saya adalah speed freak. I love speed.. kalaupun saya mau beli sepeda nantinya, itu adalah sepeda balap, dan bukan sepeda gunung. Mungkin ini yang secara tidak sadar membuat saya menyukai jenis latihan interval yah. Rasanya kalau liat pace yang "minimal" tuh gimanaaa gitu. Disatu sisi, saya juga tau, speed work saja ngga cukup untuk target sub-2 HM saya nanti, makanya beberapa Tempo Run pun saya lakukan, bahkan yang terakhir sampai 13 KM.

Membaca Tempo Interval, koq kayanya enak juga nih, apalagi melihat rekomendasi pace-nya (untuk target saya) adalah 5:01 - 5:15 min/km..

Tempo Interval ini sendiri adalah jenis latihan dimana kita melatih badan untuk menuju ke lactate treshold limit namun dalam rentang interval. Pace untuk tempo interval lebih cepat dari tempo run. Formula tempo interval yang saya buat dan masukkan di Garmin Connect adalah

Warm up 10 menit
Tempo run 10 menit, pace 5:01 - 5:15 min/km
Recovery Interval 3 menit
Repetisi 3 kali
Cooling Down 10 menit

Off we go, rasanya memang lebih menyenangkan daripada tempo run, walaupun akhirnya koq rasanya harusnya repetisinya lebih banyak seharusnya. Anyway, ini kan percobaan pertama yah..


kalau dibandingkan dengan interval biasa, ini lebih menantang.. karena durasi 10 menit ini cukup nahan heart rate di zone Treshold. Sesi ini jadinya comfortably harder than tempo pace. Asik juga, karena disatu sisi, saya pun belajar menahan emosi dan slowing down , dan memotivasi kaki buat speeding up saat pace drop.

Sayangnya, saya sempat harus berhenti karena side-stich yang sudah ngga ketolongan. untung saya siapkan air minum saat latian ini..jarang-jarang.

So, tempo interval ini recommended buat yang mau melatih pace untuk lari jarak yang jauh, namun bertahap diselingi recovery. Bagi saya, manfaat dasar interval (baik interval standar maupun tempo interval ini) adalah melatih psikologis otak saya saat pace makin meningkat.

It's all about brain training!

Kedepannya, saya akan panjangkan durasinya dulu, baru menambah repetisinya sepertinya. Selamat mencoba dan #marilari
Read more ...

Road to Jakarta Marathon 2015 : Interval sub 5

Saturday, 22 August 2015
Garmin Connect



Rabu kemarin adalah jatah speed-work saya minggu ini. Setelah senin kemarin pemanasan kembali dari cuti di Jakarta, Rabu kemarin pun saya putuskan untuk melakukan...yah...light speedwork lah..

Berhubung saya sudah menggunakan Garmin FR 225 *tsahhh saya sekarang sudah bisa mengupload interval training session ke jam, dan tidak menggunakan iSmoothRun lagi seperti interval-interval sebelumnya. Nah kembali karena saya sagak longgar pada cuti kemarin, interval ini pun saya hanya manfaatkan dalam cakupan building base aja.

Intervalnya adalah seperti biasa 600m x 8, dan saya set di pikiran untuk berlari sekitar 5:00 min/km setiap intervalnya.

Setelah melakukan dynamic warm up, GPS dan HRM saya aktifkan dan setelah locking, saya pun mulai dengan pemanasan 10 menit. Interval pun saya lakukan sesuai dengan panduan dari jam, dengan hasil catatan sebagai berikut:


Splits  Time Cumulative Time Moving Time Distance Elev Gain Elev Loss Avg Pace Avg Moving Pace Best Pace Avg HR Max HR Avg Run Cadence Max Run Cadence Avg Stride Length Calories
1 10:00 10:00 9:59 1.43 3 -- 7:00 7:00 5:39 143 155 158 177 0.9 124
2 02:48.2 12:48 2:48 0.6 -- -- 4:40 4:40 3:28 165 177 172 183 1.24 43
3 2:00 14:48 2:00 0.22 -- -- 9:08 9:07 4:54 153 173 125 170 0.88 27
4 02:57.6 17:46 2:58 0.6 -- 1 4:56 4:57 4:04 166 176 169 178 1.2 46
5 2:00 19:46 1:57 0.23 -- -- 8:33 8:20 5:06 154 176 154 175 0.76 27
6 02:59.8 22:46 3:00 0.6 -- -- 5:00 5:00 4:34 165 173 168 178 1.19 46
7 2:00 24:46:00 2:00 0.19 -- -- 10:43 10:43 4:52 150 168 116 168 0.8 26
8 02:41.2 27:27:00 2:41 0.6 -- -- 4:29 4:28 3:50 168 175 178 184 1.26 42
9 2:00 29:27:00 2:00 0.21 -- -- 9:25 9:25 4:38 157 169 139 173 0.76 28
10 02:47.1 32:14:00 2:47 0.6 -- -- 4:38 4:38 3:56 168 174 176 187 1.22 44
11 2:00 34:14:00 2:00 0.19 -- -- 10:23 10:23 4:48 152 171 115 173 0.83 27
12 02:45.9 37:00:00 2:46 0.6 2 1 4:36 4:37 4:07 165 174 178 186 1.22 42
13 2:00 39:00:00 1:57 0.22 -- -- 9:07 8:53 4:18 153 171 141 177 0.78 27
14 02:50.6 41:50:00 2:51 0.6 -- -- 4:44 4:45 4:19 170 177 177 184 1.19 45
15 2:00 43:50:00 2:00 0.17 -- -- 11:31 11:31 4:50 155 174 96 177 0.91 28
16 02:44.2 46:35:00 2:44 0.6 -- -- 4:34 4:33 3:48 168 177 176 185 1.25 43
17 2:00 48:35:00 2:00 0.18 -- -- 11:24 11:23 4:01 153 176 118 187 0.74 27
18 15:00 1:03:35 15:00 1.92 -- -- 7:49 7:49 5:52 146 155 165 181 0.78 193
Summary 1:03:35 1:03:35 1:03:28 9.76 4 2 6:31 6:30 3:28 155 177 157 187 0.98 885


Dari tabel tersebut, saya tebalkan bagian yang merupakan sesi intervalnya, terlihat bahwa ternyata saya bisa menembus angka 5:00 pada hampir semua interval...wow.... ngga nyangka... waktu menjalani interval pun saya ngga merasa terlalu all-out, kalau melihat max HR per interval pun, itu masih di Treshold Zone. Saya hampir tidak mencapai Max HR saya yang secara teori sekitar 190 bpm!

dari Sesi ini pun saya lumayan lebih optimis untuk mencapai sub-2 Half Marathon di JakMar nanti. Besok mungkin saya akan coba long run dengan pace yang cepat, mungkin sekitar 12 - 14 km kalau memungkinkan, karena lari di tempat kerja saya ini, waktu mungkin banyak, tapi tracknya terbatas sekali..hiks...

Satu lagi, pada sesi recovery tiap interval, saya pun melihat bahwa dalam 2 menit tersebut, heart rate saya bisa turun dari angka 170an ke 130an (easy).

Great interval, dan dengan FR 225, saya jadi tahu bahwa Max HR itu lebih parah dari yang biasanya / kemarin saya coba yah..gimana tuh rasanya...hahaa





Read more ...

Gear list 2015

Monday, 20 July 2015
Gear adalah salah satu topik yang paling sering dibahas dalam komunitas lari, entah itu group chat di WA, BBM ataupun Page di Facebook. Mulai dari gear yang wajib, esensial hingga yang berbau gengsi.

Salah satu alasan saya mencoba menulis ini adalah untuk mengetahui secara pribadi, apa saya masih dalam batas kewajaran atau sudah jadi Gear Hunter...hehehee mari kita list satu-persatu:

Sepatu
Ini harus masuk daftar teratas lah, salah satu gear yang esensial dalam berlari ya sepatu ini kan..

Saucony Triumph ISO
Sepatu terempuk dan nyaman yang pernah saya miliki ! Cushion tebal dengan upper ISO Fit yang rasanya seperti memakai kaos kaki. Saya pakai sepatu ini untuk pecahkan PB 5K saya saat Nutrilite 2015 kemarin.

Asics GT-2000 v2 
Sepatu Asics pertama saya. Beli dengan "full price" dan bukan lewat pasar sebelah..hehehee Sepatu stability yang bagi saya nyaman untuk long run. Sepatu ini kokoh dan ride-nya enak. Seperti sepatu asics lainnya, upper GT-2000 v2 ini rasanya jadi terlalu tradisional kalau dibandingkan dengan Nike Lunarglide atau Triumph ISO

Saucony Kinvara 5 - Concept Tokyo
Kinvara 5 memang sudah dirilis sejak 2014, dan sudah mendapatkan gelar Runners World Editor's Choice. Tapi yang membuat sepatu saya ini berbeda adalah ini adalah Kinvara 5 yang spesial dibuat untuk pasar Jepang - Concept Tokyo yang dilapisi dengan warna hitam & putih saja. Ini adalah racing shoes saya, rencananya ini sepatu yang akan turun di HM Jakarta Marathon nanti

Asics Gel Haruna Trail
Ngga banyak informasi yang saya dapat soal sepatu ini. Saya pun mendapatkannya dari salah satu halaman jual-beli di Facebook. Karena saya pun jarang melakukan trail run, sepatu ini pun lebih banyak jadi sepatu harian saya saja.

Kaus Kaki
Pada umumnya saya menggunakan Nike Dri-Fit Socks. Awalnya senang pakai yang cushion, namun akhirnya lebih prefer yang model tipis atau anti blister. Satu pasang kaos kaki yang baru saya beli adalah Balega Ultra Light No-Show. So far kaus kaki ini enak dipakai, punya grip ke sepatu dan tidak terlalu ketat saat dipakai. Mungkin saya akan beli sepasang lagi nanti

Celana Lari
Saya ngga punya patokan merk khusus soal celana, 2 pasang Nike Dri-Fit Running Short dan satu Adidas ClimaCool Short sudah cukup lah untuk dirotasi

Kaus / Baju
Sama seperti celana, yang penting kausnya tipe dri-fit alias sweat-wicking fabric (yaa itu bahasa kerennya).
Bedanya sekarang saya lebih suka pakai singlet, salah satunya singlet IndoRunners ini selain singlet 2XU dari event di Singapura sebelumnya

Jam
Masih nyaman menggunakan Garmin FR10 dulu. Walaupun FR225 cukup menggiurkan...hehee

Aplikasi pendukung
Beberapa aplikasi iPhone yang saya gunakan untuk mendukung latihan saya
Garmin Connect : sudah pasti lah untuk pengguna jam Garmin. Saat ini aplikasinya ngga terlalu berguna, karena FR15 ngga mendukung wireless sync
iSmoothRun : salah satu aplikasi yang selalu saya rekomendasikan ke teman-teman saya. User Interface yang simpel, voice feedback yang bisa diatur, dan yang terpenting adalah fitur custom training nya. Bayangkan kita bisa interval training sendirian!
Nike+ : sebenarnya ini aplikasi lari tertua yang saya punya di iPhone saya. Log lari, mileage sepatu saya rekam disini

Lainnya
Spibelt : masih saya percayakan pada spibelt buatan TokoLari





Read more ...

Jakmar 2015 Training : 10K new PB

Sunday, 19 July 2015
Kelanjutan dari training sebelumnya, saya masih struggling buat mencapa target Half Marathon pace saya. Masih ada beberapa bulan dan saya belum "memasuki" HM pace training dalam jarak lebih dari 10K.

Malam minggu kemarin, saya pun memutuskan untuk melakukan speed training. Seperti biasanya, saya selalu memasukkan minimal 1 sesi hard training seperti tempo run, interval, atau lainnya untuk menaikkan VO2 Max ataupun menaikkan strength level saya.

Tempo run yang pernah saya lakukan sebelumnya adalah sejauh 5K dengan average pace di 5:20 min/km. Jadilah saya mencoba untuk "berlari lebih jauh" dengan target pace 10 - 20 detik lebih lambat. Setelah pemanasan 10 menit dan dynamic warm up, saya pun mulai lari dengan mindset pace 5:30 - 5:40 min/km.

Kilometer awal seperti bisa tidak ada masalah, napas masih teratur dengan baik dan pace juga bisa terjaga diatas target. Karena rute lari saya ini bentuknya serupa stadion sepanjang 700m alias hanya muter-muter disana aja, ada satu bagian sisi panjangnya yang anginnya melawan arah, lumayan juga agak ngegas waktu melewati bagian ini, tapi bukan isu yang penting lah.

Masuk KM 5, mulai ada godaan-godaan yang membisikkan udah yuk, segini aja udah bagus koq..hehehee Form check...masih oke, kaki masih rileks, napas udah mulai agak ke tenggorokan tapi ritme masih terjaga..lanjut terus. Yang sempat jadi perhatian saya adalah cadence, karena saya tidak pakai metronome atau device yang bisa mendeteksi cadence, saya hanya mengandalkan feeling aja untuk memutuskan ini terlalu cepat atau terlalu mengambang. Maksudnya mengambang adalah, seakan-akan, saya mencoba membuat badan saya melenting / melayang kedepan, tapi effortnya adalah ground contact kaki saya (sepertinya) jadi lebih lama. Nah, di sesi ini juga saya mencoba untuk jarang-jarang ngintip jam untuk liat pace. Saya mencoba untuk merasakan pace saya, seperti yang suka kita temukan di internet, comfortable pace itu seperti apa, ya kita yang harus merasakannya.

KM 6 - 8, badan sudah benar-benar panas namun memang napas masih mampu. Pola 2 - 3 pun masih bisa saya terapkan. Kalau rasanya dah di ujung tenggorokan, saya pun perlambat cadence saya dan ngejar napas. Saat ngintin jam, pace 5:15 - 5:20 masih bisa saya tahan hingga sejauh ini!

Final KM! dengan lintasan 700m per lap, 2 kilometer berarti 3 putaran terakhir. Saya pun tetap atur napas dan cadence, pace masih ok dan badan masih rileks. Saya masih bisa rasakan badan belum dipacu maksimal (sepertinya lho ya) sehingga masih aman untuk bulatkan ke 10KM. Putaran terakhir alias 700 meter saya rubah pola napas ke 1 - 2..sekalian mencoba latih pola napas ini untuk cadence yang lebih cepat. Rasanya masih terengah saat menarik napasnya, karena tarikan 1 itu cepat sekali apalagi kalau pace relatif cepat. KM 10 pun saya capai dengan short sprint dan PB terbaru 52:46 pun saya capai dari sebelumnya 55:13 !


Rata-rata pace adalah 5:16 min/km... split per KM seperti tabel dibawah:


"drop pace" terjadi karena saya harus mengikat kembali tali sepatu...huh..

Kesimpulan sementara: untuk sub 2:00:00 HM time, kelihatannya masih bisa lah tercapai. Yang perlu saya latih adalah muscle strength saya, karena terasa juga nyeri di kaki setelah sesi ini. Plus pernapasan 1 -2 ini kelihatannya harus lebih sering saya latih, mungkin dengan interval training.



Read more ...

Garmin FR225 is here

Tuesday, 30 June 2015
Ucapkan selamat tinggal pada HR strap ala sport bra, karena Garmin akhirnya mengeluarkan seri Forerunner yang dilengkapi dengan optical heart rate!

Sebenarnya, Garmin PASTI bukan yang pertama dalam membuat produk seperti ini. Optical HR nya saja buatan Mio, salah satu manufaktur optic HR ternama di industri olahraga. Tomtom adalah GPS watch yang mungkin lebih dikenal menggunakan optical HR ini, cuma ya keliatannya koq agak kurang dapat pasar (apalagi di Indonesia).

Full preview jam ini bisa dilihat tuntas di website DC Rainmaker seperti biasanya. Menariknya, jam ini dibanderol USD 299 saja. Menurut saya ini adalah good price untuk produk baru dari suatu brand sekelas Garmin. FR225 ini memiliki form factor seperti FR220, memang sepertinya ini adalah improvement dari FR220 dengan penambahan optical HR dan activity tracker

Dari beberapa review, dengan menggunakan optical HR dari Mio, jam FR225 ini diklaim memiliki akurasi yang cukup baik dan bisa menyamai HR Strap. Jadi boleh lah kombinasi akurasi GPS Garmin dengan bacaan heart rate dari Mio optic HR nya.


Yang menarik buat saya adalah display HR Gauge-nya. Seperti istilahnya "gauge", display HR kita bisa ditampilkan seperti halnya bacaan speedometer dimana HR kita akan dibagi per zona mulai dari Warm Up - Easy - Aerobic hingga Maximum.. boleh juga apabila saat kita lari kita bisa melihat sekilas heart rate kita sudah di posisi mana, bukan hanya angka detaknya.

Jam ini memang sudah release di US sejak Mei kemarin, namun sudah ada di  SukaOutdoor dan kelihatannya akan habis sebentar lagi...:(
Anyway, saya masih happy dengan Garmin FR15 ini sih untuk sementara, kita lihat nanti pas cuti bulan depan deh apakah saya cukup keracunan buat upgrade GPS watch saya ini.



 
Read more ...

Tempo Run pace...ternyata..

Friday, 22 May 2015
Pada sesi training saya beberapa hari yang lalu, saya sempat merasa bahwa run pace saya improving.. Setelah itu pun saya coba menggoogle, sebenarnya run pace itu segimana sih ? at least, parameternya atau rasanya gimana sih ?

Google sana-sini, akhirnya saya menemukan website ini yang lumayan menjawab pertanyaan saya. Pada dasarnya, pace lari kita bisa dibagi menjadi beberapa kategori dibawah ini, berdasarkan effort levelnya:

Easy pace (60 - 70 %) : gampangnya, ini adalah pace dimana kita masih bisa berbicara dengan lancar. Pace ini umumnya kita gunakan untuk develop dan mempertahankan fitness level (aerobic level, fat burn, dll)

Steady pace (70 - 80%) : hampir sama dengan easy pace hanya bedanya ada porsi heart training di pace ini

Tempo run (80 - 90%) : ini istilahnya pace yang "comfortably hard"...nyaman-nyaman capek.. Disarankan berdurasi 20 - 60 menit latihan tergantung target latihannya

Fartlek, uphill (90 - 100%) : ya ini mungkin race pace kita atau mendekati race pace kita, bedanya fartlek, interval dll itu trainingnya untuk mencapai race pace kita

Di website itu pun saya bisa mengetahui pe rkiraan pace kita dengan memasukkan angka race pace terakhir kita dan perkiraan weekly distance kita. Otomatis saya tinggal masukkan pace race terakhir saya dan kira-kira 30km per minggu.. keluarnya seperti ini:


Nah, kalau inget training sebelumnya, jadi pace 5:30 itu adalah pace Tempo Run saya..yah at least sekitaran segitu. Dari tabel ini pun tadi saya coba praktekkan deh bener ngga itu pace tempo run atau emang run pace saya (*tsahhh).

Setelah pemanasan 10 menit jogging, jam pun saya reset kembali untuk memulai sesi Tempo Run. Pada KM awal, 5:20 min/km masih terasa ringan lah.. malah kadang naik ke 5:00 namun segera saya turunkan. Saya pun berusaha menjaga form saya, dan seperti sebelumnya, pada pace ini memang ayunan tangan dan kaki lebih terasa ringan, hanya memang napas yang masuk KM 2 mulai ngejar.

KM 3 pun saya lewati dengan baik, 3 KM tempo pace, dan memang hampir pas lah.. "comfortably hard". Yang jadi catatan saya adalah ternyata memang pace dan form itu saling berkaitan, maksudnya, pada pace yang tepat, form kita pun akan makin efisien, ayunan kaki jadi lebih ringan dan gliding istilahnya.

Anyway, walaupun saya "ternyata" belum secepat yang saya kira kemarin, at least, saya makin tambah ilmu dan mengetahui ideal pace untuk training-training saya berikut porsinya.







Read more ...

Easy run.. bener ga nih ?

Tuesday, 19 May 2015
Jadi... hari ini ngga ada yang spesial seperti kemarin.. kerja dari pagi sampai sore, balik ke kamar buat ganti kaos olahraga..

Pemanasan sebentar, jalan - lari kecil.. dalam hati ok hari ini kita easy run aja buat maintain fitness karena pas libur kemaren kurang nih lari ..DEAL

Setelah GPS di jam nge-lock, mulai deh lari..kebetulan malam ini agak dingin, dari sore pun udah mendung dan saya sudah kira malam ini bakan ujan n treadmill aja. Jadi secara ngga langsung malam ini cerah dan sejuk deh udaranya. So far, ngga ada yang spesial.. sampai lewat 1K, koq badan agak enak ya..coba lebih cepet deh, sambil ngelirik jam, pace menunjukkan angka 6:00 dan terus berkurang. Sambil tetap atur napas dan jaga postur, saya coba deh menaikkan sedikit cadence hingga menunjukkan pace 5:30an..wow...

Saya pun berusaha tetap fokus, atur napas, gantian inhale lewat mulut dan hidung, pola 2 - 3 seperti biasa. lewat 2K, kelihatannya badan dah bener-bener panas nih, saya pun coba condongkan sedikit lagi kedepan ala ala Chi Running sambil tetap jaga postur dan ayunan tangan, intip jam...jreng jreng.. 5:00an.. anehnya, ayunan tangan dan kaki saya malah makin enak, stride jadi lebih enteng, mengayun dan natural.. Cek napas pun masih oke oke aja..

wah..ini run pace "baru" saya kah....hehehee , batin saya selama lari :p Badan tuh rasanya melayang dan gliding kaya Usain Bolt di iklan Puma Ignite gitu deh...

KM terakhir pun saya putuskan buat slow down sambil cooling down.. alhasil 5K dengan total time 29:19... almost effortless.




Read more ...

Long run ke PIM

Friday, 15 May 2015
Jadi setelah Nutrilite Health Run di hari Minggu, saya baru berlari lagi pagi hari ini. Karena siangnya saya ada urusan di daerah Thamrin, saya pun memutuskan untuk tidak pulang kembali ke rumah saya di Depok, namun menghabiskan setengah hari di Jakarta sampai siang.

Seperti biasa saya mengantarkan istri saya ke kantornya di Senopati Office 8, saya pun memarkir mobil disana juga untuk berlari dari sana dan bukan ke Senayan. Awalnya saya berencana buat recovery run saja, sekitar 7 - 10 KM, namun setelah dipikir-pikir lagi, ternyata sudah lama juga saya ngga long run, akhirnya saya pun niatkan untuk berlari agak jauh pagi tadi.

Setelah melakukan pemanasan di parkiran Grand Lucky, saya pun segera berlari ke arah SCBD untuk memulai lari saya. Terpikir juga buat mengukur pace saya KM demi KM, apakah latihan-latihan saya pada Nutrilite kemarin ada efeknya untuk long run.. Jawabannya adalah ya..ada.. Karena speed training yang menuntut efisiensi dalam setiap stride saya, berlari pada pace 6:15-45 pun terasa ringan, ayunan tangan saya terasa lebih terkordinasi dan langkah saya bisa lebih striding.

Rute lari pun saya arahkan menuju ke Senayan. Cuaca yang cukup panas berangin lumayan membuat fisik saya lebih cepat lelah, anyway, seperti "kesepakatan" awal ini hanyalah sesi long run saja dan bertujuan untuk melihat hasil larinya apa adanya. Berapa pace dan jarak serta durasi yang didapat, itu yang akan menjadi acuan. Dari Senayan, saya pun terpikir buat lari sedikit lebih jauh lagi.. akhirnya saya pun membulatkan tekad untuk menuju ke arah Pondok Indah Mal..hehehee

Melakukan long run di Jakarta buat saya gampang-gampang susah... kesusahan yang paling sering saya alami adalah mencari TROTOAR buat lari! Karena trotoar nya sudah dipenuhi sama warung, orang jualan keramik taman sampai ditumbuhi pohon.. belum lagi trotoarnya yang ngga rata yang membuat beberapa rute lari jadi semi-trail karena harus mengelak ke kiri dan kanan

Long run ini pun saya isi dengan beberapa kali jalan untuk mengejar stamina karena cuacanya yang lumayan terik juga. Di KM 11 akhirnya saya tiba juga di PIM, kalkulasi kasar saya, untuk kembali ke titil awal berarti akan lewat 15 KM untuk sesi ini. Dari PIM, saya memutar balik ke arah Senopati lewat Radio Dalam, nah disini saya melakukan rehidrasi pertama saya.. mungkin karena cuaca yang cukup terik dan saya sudah berlari 10 KM lebih, saya pun memutuskan untuk rehidrasi dengan meminum COCA COLA!! iya..coke...buat rehidrasi.. craving for coke itu tiba-tiba mengalihkan kebiasaan saya yang rehidrasi dengan Aqua atau Pocari Sweat. Saya pun segera membuka kemasan dan meminum coke perlahan-lahan. Rasa segar pun langsung menjalari leher saya..segaaarrr... perut pun langsung terasa penuh.

Coke hanya saya minum setengah, kemudian kembali lanjut ke area Senopati. Sebenarnya, minum coke buat rehidrasi ternyata enak juga lho... paling sesekali saya harus bersendawa jadinya, tapi ini malah bikin perut makin enteng, heheheee

Saya pun akhirnya menyelesaikan rute long run pagi ini pada KM 17, setelah melakukan cold stretching, saya pun segera meneguk aqua dingin sebanyak-banyaknya buat rehidrasi lagi.


Read more ...