Pages

Showing posts with label asics. Show all posts
Showing posts with label asics. Show all posts

Gear list 2015

Monday, 20 July 2015
Gear adalah salah satu topik yang paling sering dibahas dalam komunitas lari, entah itu group chat di WA, BBM ataupun Page di Facebook. Mulai dari gear yang wajib, esensial hingga yang berbau gengsi.

Salah satu alasan saya mencoba menulis ini adalah untuk mengetahui secara pribadi, apa saya masih dalam batas kewajaran atau sudah jadi Gear Hunter...hehehee mari kita list satu-persatu:

Sepatu
Ini harus masuk daftar teratas lah, salah satu gear yang esensial dalam berlari ya sepatu ini kan..

Saucony Triumph ISO
Sepatu terempuk dan nyaman yang pernah saya miliki ! Cushion tebal dengan upper ISO Fit yang rasanya seperti memakai kaos kaki. Saya pakai sepatu ini untuk pecahkan PB 5K saya saat Nutrilite 2015 kemarin.

Asics GT-2000 v2 
Sepatu Asics pertama saya. Beli dengan "full price" dan bukan lewat pasar sebelah..hehehee Sepatu stability yang bagi saya nyaman untuk long run. Sepatu ini kokoh dan ride-nya enak. Seperti sepatu asics lainnya, upper GT-2000 v2 ini rasanya jadi terlalu tradisional kalau dibandingkan dengan Nike Lunarglide atau Triumph ISO

Saucony Kinvara 5 - Concept Tokyo
Kinvara 5 memang sudah dirilis sejak 2014, dan sudah mendapatkan gelar Runners World Editor's Choice. Tapi yang membuat sepatu saya ini berbeda adalah ini adalah Kinvara 5 yang spesial dibuat untuk pasar Jepang - Concept Tokyo yang dilapisi dengan warna hitam & putih saja. Ini adalah racing shoes saya, rencananya ini sepatu yang akan turun di HM Jakarta Marathon nanti

Asics Gel Haruna Trail
Ngga banyak informasi yang saya dapat soal sepatu ini. Saya pun mendapatkannya dari salah satu halaman jual-beli di Facebook. Karena saya pun jarang melakukan trail run, sepatu ini pun lebih banyak jadi sepatu harian saya saja.

Kaus Kaki
Pada umumnya saya menggunakan Nike Dri-Fit Socks. Awalnya senang pakai yang cushion, namun akhirnya lebih prefer yang model tipis atau anti blister. Satu pasang kaos kaki yang baru saya beli adalah Balega Ultra Light No-Show. So far kaus kaki ini enak dipakai, punya grip ke sepatu dan tidak terlalu ketat saat dipakai. Mungkin saya akan beli sepasang lagi nanti

Celana Lari
Saya ngga punya patokan merk khusus soal celana, 2 pasang Nike Dri-Fit Running Short dan satu Adidas ClimaCool Short sudah cukup lah untuk dirotasi

Kaus / Baju
Sama seperti celana, yang penting kausnya tipe dri-fit alias sweat-wicking fabric (yaa itu bahasa kerennya).
Bedanya sekarang saya lebih suka pakai singlet, salah satunya singlet IndoRunners ini selain singlet 2XU dari event di Singapura sebelumnya

Jam
Masih nyaman menggunakan Garmin FR10 dulu. Walaupun FR225 cukup menggiurkan...hehee

Aplikasi pendukung
Beberapa aplikasi iPhone yang saya gunakan untuk mendukung latihan saya
Garmin Connect : sudah pasti lah untuk pengguna jam Garmin. Saat ini aplikasinya ngga terlalu berguna, karena FR15 ngga mendukung wireless sync
iSmoothRun : salah satu aplikasi yang selalu saya rekomendasikan ke teman-teman saya. User Interface yang simpel, voice feedback yang bisa diatur, dan yang terpenting adalah fitur custom training nya. Bayangkan kita bisa interval training sendirian!
Nike+ : sebenarnya ini aplikasi lari tertua yang saya punya di iPhone saya. Log lari, mileage sepatu saya rekam disini

Lainnya
Spibelt : masih saya percayakan pada spibelt buatan TokoLari





Read more ...

Japan Trip

Thursday, 11 June 2015
EDITED....saya satukan disini semua aja tentang jalan-jalan ke jepangnya ya... ^___^

Kemarin sebenernya ngga ada niat buat liat-liat atau beli pernak pernik lari. Cuma pas ke satu daerah di sekitar Ueno Park, saya berhenti di beberapa toko yang jualan sepatu olahraga..lumayan sambil pemanasan

Kaos asics ini harganya Y500 atau 50ribuan

Menggoda kan?? Cuma saya malah ngga yakin pas dipegang, bikinannya sepintas ngga halus. Saya belum cek apakah memang ini barang kw atau gimana..

Asics dilego kaya sepatu League atau Kasogi di Indonesia kali yah...hehehee


Japan Domestic Market version

Hari ini saya dan istri akan bertolak ke Kyoto dulu untuk berakhir pekan disana.

Rencana hunting sepatu dan gear akan dilakukan sekembalinya dari sana ke Tokyo.

UPDATE

singkat cerita, karena memang trip ke Jepang ini leih kepada wisata dengan istri, maka sesi lihat-lihat & berburu running stuff hanya disisipkan di aktifitas wisata saya saja. Anyway, beberapa hal terkait lari yang saya perhatikan disana kira-kira seperti ini:

 No KW
Mungkin kalau ini memang trademark mereka ya. Untuk barang non-running pun saya tidak menemukan yang KW. Semua original, yang ada adalah second item.
Rata-rata mereka menggunakan produk nasional seperti Asics dan Mizuno. Ada juga beberapa sepatu Nike yang dipakai oleh local runner yang saya temukan

Run every time
Ini yang agak unik, kita memang tahu kalau manusia di Jepang memang super sibuk, saya mengalami berada di antara mereka pada rush hour - jam 7 - 9 malam dan orang bener-bener bejibun jumlahnya. Dan karena kesibukan mereka ini juga, kemungkinan, saya nemu aja orang yang lari jam 10 bahkan 11 malam! Kalau pagi sih sudah biasa, malah ada yang siang pakai tongkat trail segala..hehhee

Nike brand
Saya harus bilang, brand Nike tuh kuat banget di Tokyo! Saya pergi ke Nike Harajuku di daerah Harajuku dan bener-bener amazed dengan tokonya. Bahkan disana ada fasilitas Nike Studio untuk memesan sepatu Nike ID (sayangnya mereka ngga bisa kirim keluar jepang....). Belum lagi dihitung jumlah sneaker shop yang menjual Nike Internationalist atau Roshe Run dengan berbagai warna dan bahan... Tokyo = surganya Nike Fanboy

Harga yang lebih bersahabat....
Yang ini memang menggoda banget kalau disana, harga sepatu relatif lebih murah, sepatu-sepatu Asics seperti GT-2000 v3 New York hanya dibanderol sekitar 1,5 jutaan. Bahkan Gel Kayano 21 sudah didiskon hingga 800 ribu! Saya sempat melihat Mizone Wave Hitogami 2 seharga 1,2 jutaan saja. Beberapa jajaran Boost disana sudah dijual yang versi ClimaChill, seperti Sonic Boost seharga 1,2 juta, Cosmic Boost seharga 1,6 juta dan Gazelle Boost seharga hampir sejuta aja.

Kira-kira itu dulu yang bisa saya ingat sampai saat ini... kalau ada yang lain nanti diupdate lagi deh...



 


Read more ...

Trip to the home of the Asics

Wednesday, 10 June 2015
Dalam beberapa hari kedepan, saya ngga akan lari sama sekali. Yang pasti saya saat ini sedang dalam perjalanan ke Tokyo!

Menuju ke tanah asal sepatu legenda seperti Asics Kayano, Mizuno Wave.. Yang sudah masuk kedalam daftar kunjungan adalah ke Nike Harajuku buat cuci mata sepatu Nike yang JDM version..

Stay tune!!


Read more ...

Long run ke PIM

Friday, 15 May 2015
Jadi setelah Nutrilite Health Run di hari Minggu, saya baru berlari lagi pagi hari ini. Karena siangnya saya ada urusan di daerah Thamrin, saya pun memutuskan untuk tidak pulang kembali ke rumah saya di Depok, namun menghabiskan setengah hari di Jakarta sampai siang.

Seperti biasa saya mengantarkan istri saya ke kantornya di Senopati Office 8, saya pun memarkir mobil disana juga untuk berlari dari sana dan bukan ke Senayan. Awalnya saya berencana buat recovery run saja, sekitar 7 - 10 KM, namun setelah dipikir-pikir lagi, ternyata sudah lama juga saya ngga long run, akhirnya saya pun niatkan untuk berlari agak jauh pagi tadi.

Setelah melakukan pemanasan di parkiran Grand Lucky, saya pun segera berlari ke arah SCBD untuk memulai lari saya. Terpikir juga buat mengukur pace saya KM demi KM, apakah latihan-latihan saya pada Nutrilite kemarin ada efeknya untuk long run.. Jawabannya adalah ya..ada.. Karena speed training yang menuntut efisiensi dalam setiap stride saya, berlari pada pace 6:15-45 pun terasa ringan, ayunan tangan saya terasa lebih terkordinasi dan langkah saya bisa lebih striding.

Rute lari pun saya arahkan menuju ke Senayan. Cuaca yang cukup panas berangin lumayan membuat fisik saya lebih cepat lelah, anyway, seperti "kesepakatan" awal ini hanyalah sesi long run saja dan bertujuan untuk melihat hasil larinya apa adanya. Berapa pace dan jarak serta durasi yang didapat, itu yang akan menjadi acuan. Dari Senayan, saya pun terpikir buat lari sedikit lebih jauh lagi.. akhirnya saya pun membulatkan tekad untuk menuju ke arah Pondok Indah Mal..hehehee

Melakukan long run di Jakarta buat saya gampang-gampang susah... kesusahan yang paling sering saya alami adalah mencari TROTOAR buat lari! Karena trotoar nya sudah dipenuhi sama warung, orang jualan keramik taman sampai ditumbuhi pohon.. belum lagi trotoarnya yang ngga rata yang membuat beberapa rute lari jadi semi-trail karena harus mengelak ke kiri dan kanan

Long run ini pun saya isi dengan beberapa kali jalan untuk mengejar stamina karena cuacanya yang lumayan terik juga. Di KM 11 akhirnya saya tiba juga di PIM, kalkulasi kasar saya, untuk kembali ke titil awal berarti akan lewat 15 KM untuk sesi ini. Dari PIM, saya memutar balik ke arah Senopati lewat Radio Dalam, nah disini saya melakukan rehidrasi pertama saya.. mungkin karena cuaca yang cukup terik dan saya sudah berlari 10 KM lebih, saya pun memutuskan untuk rehidrasi dengan meminum COCA COLA!! iya..coke...buat rehidrasi.. craving for coke itu tiba-tiba mengalihkan kebiasaan saya yang rehidrasi dengan Aqua atau Pocari Sweat. Saya pun segera membuka kemasan dan meminum coke perlahan-lahan. Rasa segar pun langsung menjalari leher saya..segaaarrr... perut pun langsung terasa penuh.

Coke hanya saya minum setengah, kemudian kembali lanjut ke area Senopati. Sebenarnya, minum coke buat rehidrasi ternyata enak juga lho... paling sesekali saya harus bersendawa jadinya, tapi ini malah bikin perut makin enteng, heheheee

Saya pun akhirnya menyelesaikan rute long run pagi ini pada KM 17, setelah melakukan cold stretching, saya pun segera meneguk aqua dingin sebanyak-banyaknya buat rehidrasi lagi.


Read more ...