Pages

Showing posts with label medali. Show all posts
Showing posts with label medali. Show all posts

NUTRILITE HEALTH RUN 2015 : the #25for5k project completed!

Tuesday, 12 May 2015


Hari yang ditunggu-tunggu tiba juga! hari pembuktian training saya pada post Road To Nutrilite Health Run 2015.

Berhubung acaranya diadakan di planet Bekasi (hehehee), maka saya sudah rencanakan untuk menginap di rumah tante saya di Kemang Pratama yang jaraknya dekat dari lokasi. Itung-itung silaturahmi daripada nginep di hotel juga.

Setelah malamnya saya carbo-loading dengan spageti plus coklat dingin, asupan energi pun sudah "lebih dari cukup" untuk race besok pagi.

Dari brosur yang didapat di race pack, flag-off buat race 5K akan dimulai pada 6:30, akan tetapi race area sudah bisa diakses pada jam 5 pagi. Mengantisipasi lonjakan massa kalau saya tiba disana lewat jam 5, saya pun bersepakat dengan istri untuk berangkat lebih awal. Untungnya, om & tante saya pun terbiasa bangun pagi dan berbaik hati untuk mengantarkan kami kesana :)

Set alarm di jam 3:30, ternyata malah dibangunkan tante saya sebelumnya. Segera saya bangun dan request untuk dibuatkan kopi hitam, yang ternyata dibuatkan kopi medan pula! All set, kaos, celana, kaos kaki, spatu dan BIB kami pun meluncur ke Summarecon Bekasi. Sesuai perkiraan, kami tiba jam 5, dan belum terlalu ramai, at least, saya ngga terburu-buru dan masih bisa cek dan ricek serta bersiap-siap lagi.

20 menit kemudian, saya pun meninggalkan istri dan om-tante saya di area food hall dan bergegas ke area Start untuk pemanasan. Di area start sudah mulai dipadati runner lainnya juga, ada yang bergerombol dengan seragam-seragam klub dan perkumpulan, ada juga yang sendiri-sendiri seperti saya. Ada yang gearnya minimalis, ada juga yang aliran maksimalis dengan full gear dari atas ke bawah, kiri ke kanan..hehehee

Menuju 6:30, saya masih punya waktu sekitar 1 jam untuk bersiap-siap. Jam 6 adalah flag off untuk race 8 miles, artinya saya punya waktu hampir 1 jam untuk pemanasan. Setelah pemanasan dengan dynamic warmup serta easy jog sekitar 10 menit, saya segera berbaris di keramaian pelari 5K. Dari kejauhan nampak beberapa pelari yang bertugas sebagai pacer 8miles dengan balon terikat di masing-masing pacer sesuai target menit yang ditentukan








 





Saya pun teringat bahwa untuk target saya nanti pun ada pacer 5:00 yang bisa saya ikutin, at least untuk lebih memfokuskan lari dan pace saya.
 Setelah kategori 8 miles dilepas pada jam 6, kami pun diperbolehkan berbaris ke garis start. Saya pun bergegas berlari untuk ambil posisi paling depan, dan akhirnya dapat di belakang 2-3 pelari saja..great.

Saya pun mulai celingukan ke belakang dan kiri-kanan, mana ini pacer untuk 5K koq belom keliatan ?!? Nah lho.. apa ngga ada..apa gimana... anyway, saya tetap berusaha fokus untuk race, toh saya menggunakan GPS watch saya buat atur strateginya.

daaaannnn... flag off !!!

Seperti biasanya, kerumunan orang dibelakang saya pun langsung berlari sekencang-kencangnya semua ! Saya tetap berusaha fokus dan menahan emosi saya, jam GPS pun menjadi panduan saya untuk mencari safe pace dulu agar ngga terlalu kencang di KM awal ini. Jam GPS pun sudah mengunci pace dengan stabil, angka 4:40an pun muncul..okay...ini terlalu cepat, pace pun saya turunkan hingga 4:50-55 sambil memanaskan kaki.

"Rintangan pertama"...ya ini saya sebut rintangan karena di depan saya berdiri sebuah jembatan kokoh yang jaraknya cukup panjang dan elevasinya juga tinggi. Saya pun mengatur strategi dan kontrol emosi, yang saya pertahankan adalah cadence'nya sambil memperpendek stride length, at least badan saya tidak menjadi lebih lelah karena tanjakan ini


 
Lewat tanjakan, datang turunan... strateginya pun saya rubah hanya memanjangkan stride length saja dengan cadence yang sama. Saya tidak mau menambah cadence karena takut kaki akan cidera dan otot menjadi lelah. Rute ini pun diulang lagi untuk rute baliknya, ini lumayan tricky juga karena saya ngga expect ada uphill-downhill begini, apalagi overal strategi saya adalah even splits dengan sedikit plus-minus saja.

Selesai sesi "up-down hill" selanjutnya lintasan relatif flat, waktunya saya membagi pace kembali. Untungnya dari 2 KM pertama, saya bisa mendapatkan lap time yang on-pace sehingga ngga kedodoran untuk ngejar ketinggalan seperti prediksi saya. Cuaca pagi itu relatif segar dan ngga panas, rombongan penggembira yang memainkan musik-musik perkusi mulai membangkitkan adrenalin saya, pace pun coba saya stabilkan sambil selalu memeriksa running form dan pernapasan saya.

Water Station pertama saya sempatkan untuk mengambil segelas air putih yang hanya saya seruput seteguk dan sisanya disiram ke pungguk dan punggung saya...refresh !! Overal menuju KM3 saya masih bisa fokus, baik pace maupun form, namun yang menjadi masalah malahan pernapasan saya.. penerapan pernapasan 2 - 3 membuat saya agak kelabakan saat exhale karena sepertinya tarikan oksigennya kurang, namun saya kembali fokuskan pikiran saya agar ngga panik dan sesekali mengejar napas dengan teknik 2 - 2.

Mendekati KM 3,yang saya rasakan adalah lari saya makin melambat! Perang batin pun mulai berkecamuk..  sudah lah, kalo 25menitAN kan gapapa juga.. sudah lah, at least sudah bisa lu buktikan kan kekuatan lu dan lainnya berputar-putar di kepala saya. Saya hampir hilang fokus hingga dari belakang terdengar suara ayo yang mau finish 25 menit... yupppp pacer 25 menit tepat mendahului saya ! yesss.. ternyata masih ada harapan.. ternyata gue belom ketinggalan, malah didepan mereka selama ini. Adrenalin pun kembali bergairah dan saya segera mencoba menyamakan cadence saya dengan pacer.

2 KM terakhir saya lewati dengan luar biasa, walaupun semakin lama jarak saya dengan pacer semakin menjauh, saya ngga pantang mundur.. atur napas, form check, kembali saya ulang-ulang hingga tikungan terakhir dan Finish Line pun terlihat... its now or never!!! segera saya kumpulkan kekuatan dan gas pollll ke garis finish, Lap Time pun terlihat 24:45 dan terus berdetik... daaaannn FINISH !!! 

Saya intip jam GPS saya dan... 24:58.6 !! I made it... imma pace 5 runner..!! Terbayar sudah rasanya semua perjuangan, latihan, keringat yang saya lakukan beberapa bulan ini..

Malamnya, email dari panitian pun masuk dan hasilnya saya finish dibawah 25menit, dan masih 100 besar dari pelari 5K




Saya buka medal hunter, saya bukan maniak race, sampai hari ini saya hanya punya 3 medali (satu dantaranya gratis dari singapore...). Namun saya akan selalu berusaha agar setiap medali yang akan saya dapatkan memiliki ceritanya masih-masing.

5K route dari Garmin Connect
 
PB!!!!

 
Motivator sejati saya... :))








Read more ...

Sebuah medali..

Thursday, 2 April 2015



2XU Compression Race 2015 adalah event tahunan dari 2XU, merk apparel yang menjual celana dan kaos compression bagi pelari. Event ini hanya diadakan di Singapura setiap tahun. Setelah pendaftaran di bulan Desember kemarin (kalau ngga salah, yang jelas tahun kemarin), saya pun mulai mempersiapkan diri untuk mengikuti event ini.
Jarak tempuh yang saya ambil adalah 10K, karena memang untuk "keperluan" kompetisi, kemampuan saya memang baru sampai disitu (jujur, mungkin malah 5K kali yah...). Sempat tergoda untuk ambil Half Marathon nya karena iming-iming selain dapat medali, ada Exclusive Finisher Shirt yang akan didapat pesertanya, tapi tekad sudah bulat dan merasa diri belum mampu, jadilah saya daftar 10K saja.

Persiapan demi persiapan pun saya lakukan, mulai dari latihan, hingga membeli sepatu baru buat event ini! pokoknya saya bener bener mau prepared banget buat event ini, gitu tekad saya. Mendekati hari perlombaan, saya pun mendengar bahwa Perdana Menteri pertama, Lee Kuan Yew ternyata wafat. Benak saya pun mulai berkecamuk, wah, gimana ini, ada ngaruhnya ngga ya ke event 2XU nanti?. Anyway, saya pun tetap melakukan training untuk event ini seperti biasa.

Yang dikhawatirkan pun terjadi... event 2XU Compression Race DITUNDA! Pengumuman hari pengganti lombanya pun baru akan diumumkan tanggal 10 April nanti. Kontan badan pun lemas dan galau... penerbangan dan hotel sudah dibooking semua, ditambah lagi, saya ini adalah karyawan yang kerjanya dinas keluar kota, yang artinya ngga bisa sembarangan ngatur waktu cuti. Panitia pun menginformasikan bahwa peserta yang tidak mau menunda race bisa mengambil medalinya. Apa boleh buat, tetap berangkat lah saya ke Singapura dan mengambil medalinya.

Yang saya rasakan saat memegang medalinya di tangan adalah.. buat apa ini medali? ngga ada catatan waktunya, bahkan niat saya pun pada awalnya adalah memecahkan PB saya sendiri. Mungkin orang lain ada yang ngga mikir begitu, ambil medalinya, foto dan upload di socmed, dapet likes, pulang ke Indonesia dan daftar event lainnya buat medali lagi.

Tapi ngga buat saya... saat log Nike+ saya menginjak angka 1000KM beberapa bulan lalu, saya hanya punya 1 medali saja dari IDR 2014 kemarin, dan 2XU ini adalah medali kedua saya. Kondisi pekerjaan saya tadi yang menyebabkan untuk ikut running event harus pas jadwalnya (untuk tahun ini saja, saya sudah ngga mungkin ikut Jakmar, BMBM dan Jakarta International 10K.....), itulah kenapa medali 2XU ini koq rasanya kosong aja. Saya benar-benar sudah melakukan latihan dan persiapan buat event ini, PB saya mungkin pecah tanggal 29 Maret kemarin. Saya ternyata tidak pernah memikirkan medali ini sejak awal mendaftar, yang saya mau adalah berlari kencang di jalanan Singapura, di jalanan yang sama yang dipakai para pembalap F1 saat berlaga disana!, melewati garis finish dan mengenangnya selama hidup saya.

Sharing dari saya, apakah anda memang berlari untuk mengejar PB, bertemu teman-teman, menjadi kurus, menjadi atlet...ataupun memang medal-hunter... mari jadikan setiap medali berarti, punya ceritanya sendiri-sendiri, menjadi acuan untuk semakin cepat atau apapun tujuannya.
Read more ...