Pages

Showing posts with label half marathon. Show all posts
Showing posts with label half marathon. Show all posts

Jakarta Marathon 2015 : Mission accomplished !

Monday, 2 November 2015


Setelah event selesai 25 Oktober kemarin, dan dengan segala keseruan dan kesibukan saya pada seminggu ini, akhirnya saya bisa post update dari Road to Jakmar 2015 dengan hari-H nya sendiri

Latihan 5 bulan pun akhirnya harus dibuktikan, dan 25 Oktober adalah saatnya. Race Pack untuk Jakmar saya ambil pada hari pertama pengambilan Race pack nya di Balai Kartini. Dokumen yang diperlukan sudah saya siapkan sejak jauh hari, surat keterangan dokter pun saya bikin di Site Clinic tempat kerja di Papua saja...beres deh...

Berhubung saya datang pagi, keramaian dan antrian yang setelahnya saya dengar dari teman-teman ngga saya alami. Pengambilan BIB nya juga unik karena antrian nomor dan kaos dibedakan. Mungkin ini untuk menghindari potensi orang ngantri gara-gara milih atau nanya soal kaos, karena seperti yang sudah dijelaskan di website nya, pada saat pembagian kaos, warna tidak bisa milih dan size sesuai dengan pendaftaran. Saya sendiri dapat kaos warna biru...warna JakMar banget dan warnanya pun ngga terlalu mencolok kaya warna merahnya.

BIB 21483 pun di tangan. Sempat juga ketemuan dengan beberapa rekan dari group Kaskus Runner, namun karena waktu dan keperluan lain, saya pun ngga lama-lama disana. Oiya, disana kebetulan digelar juga event Sport Expo yang dihadiri beberapa tennant / brand seperti Adidas, Garmin, dan toko Suka Outdoor. Disini saya akhirnya membeli GU Gel dan kaos kaki Balega (one of my favourite so far..) buat race day nanti.

Selesai urusan BIB, selanjutnya ya persiapan peralatan perang...hehehe.. lebay ah.. Ngga lah, ngga segitunya. Honestly, dalam urusan berlari, saya termasuk orang yang minimalis. So far kurang berminat sama yang namanya botol minuman, topi, apalagi sampe pake hydration vest.. its a no no no...Celana pun lebih suka pakai yang kalo kata orang, celana gemes yang pendek.. Untuk kaos, berhubung kaos JakMar saya dapat H-3, kayanya udah ngga sempet lagi kalau mau dipakai untuk menghindari potensi nipple chaffing pas hari-H. Dengan pertimbangan ini, saya pun akhirnya putuskan buat pakai singlet Indorunners aja, pertimbangan lain, biar para tukang jepret mau motret saya karena dikira member Indorunners..hahahaa

Ini list nya:

1. Tech Singlet NB IndoRunners
2. Celana Adidas Climacool (ngga jadi pakai NB di foto karena takut paha lecet...)
3. Kaos kaki Balega Ultralight No-Show
4. Saucony Type A6
5. Kacamata hitam Oakley made in Blok M (tapi ini pakai lensa minus lho...)
6. Spibelt Tokolari
7. Garmin FR225
8. GU Gel 2 bungkus

Hari Sabtu saya luangkan buat rileks sama istri sambil menginap di hotel dekat Monas. Carbo loading pun dilakukan di Pizza Hut dekat hotel dan lumayan mengenyangkan perut lah. Dari booklet yang didapat dari race pack dan update di web Jakarta Marathon nya, Race Camp atau area Start sudah bisa diakses 2 jam sebelum start alias jam 3 pagi. Berhubung monas hanya sejarak jalan 10 menit, saya pun memutuskan buat tiba di Monas jam 3:30an saja lah. Jadi masih ada spare  1 jam lebih buat warm up atau jaga-jaga kalau ada kendala. Setelah tidur yang cukup, alarm pun sukses membangunkan saya jam 3an. Mandi air hangat dan segera berpakaian sambil memastikan kembali ngga ada yang ketinggalan, saya pun jalan ke Monas. Di perjalanan, jujur saya agak-agak takut kalau kaos saya ini menimbulkan masalah dan tidak boleh masuk, walaupun kalau kata temen-temen ngga pernah ada masalah koq soal kaos, yang penting BIB jangan ketinggalan.

3:30
Tiba di Monas, ternyata lokasi masih sepi! bahkan kita belom bisa masuk ke area start. Yang begini nih dalam hati saya sangat disayangkan. ketika hampir jam 4, gate pun baru dibuka. Saya pun segera masuk dan menuju ke garis start. Di garis start, para Marshall sudah berbaris dengan membawa sign untuk memisahkan barisan Full Marathon, Half Marathon, 10K dan 5K. Segera saya melakukan dynamic warm up dan beberapa pemanasan lain.

4:45
15 menit menjelang jam 5, para pelari sudah mulai memenuhi kotak-kotak start masing-masing kategori. Saya pun segera berbaris di kotak Half Marathon. Yang menjadi MC di acara tersebut adalah Melanie Putria dan seorang cowo yang namanya ngga disebut-sebut juga sampai start dimulai. Seperti biasa, ritual yang wajib dilakukan pada event lari adalah menyanyikan lagu Indonesia Raya. Dan sekali lagi disayangkan, musik pengiringnya ngga nyala! Jadilah saya dan belasan ribu peserta lainnya ber-accapella ria.. yah tetap lah lagu kebangsaan kita ini memang memanaskan suasana saat itu juga

5:00
Kategori Full Marathon dilepas! Disini adrenaline makin meningkat.. this is it.. its on...its on, saya ulang kalimat tersebut untuk menyemangati diri. Tidak sampai 10 menit setelah kategori FM dilepas, kami pun segera di-count down...

START !

Bergerak diantara kerumunan orang yang malah sibuk selfie di depan garis start bukanlah hal yang menyenangkan. Yang pasti, setiap beberapa saat, saya melirik ke jam untuk memastikan saya tidak overspeeding, sebuah fenomena yang umum terjadi saat perlombaan dimulai. Pace terlihat di angka kisaran 5:30 - 5:45 min/km, saya pun membandingkan dengan effort yang saya keluarkan dan saat itu pun enteng sekali. Walaupun di KM awal saya tidak berniat untuk lebih cepat, sekalian untuk memanaskan badan dulu, paling tidak di 2 KM pertama

KM 1 - 7
Rentang 7 km ini adalah dari garis start, menyusuri jalan Gajah Mada hingga ke Jembatan di Kota Tua alias Museum Fatahillah. Disini cuaca masih sangat bersahabat, dan jalanannya relatif turunan sehingga pace bisa dijaga dengan baik. Effort easy-medium masih bisa saya jaga disini. Beberapa adrenaline booster saat itu adalah sewaktu beberapa pelari elite 10K dengan mudahnya melewati rombongan peserta HM. Jalanan saat itu masih sepi, walaupun polisi tampak mulai kerepotan mengatur beberapa persimpangan yang mulai dipenuhi antrial mobil.

So far, great start lah untuk first one-third ini, disini pun saya melewati Pacer 2:00 untuk HM...wow... di tangan nih sub-2 pikir saya!

KM 8 - 14
Arah balik dari Kota Tua hingga sekitaran Masjid Istiqlal ini agak lumayan effortnya, karena kebalikan dari arah sebelumnya, jalanannya agak menanjak. Saya berusaha tetap menjaga cadence dan stride agar ngga terlalu membuang tenaga. Setiap Water Station yang ada tidak pernah saya lewatkan untuk rehidrasi. Yang agak disesalkan adalah proporsi Pocari Sweat dengan air mineral malah banyakan Pocari-nya. Memang mereka sponsor sih, cuma kebanyakan pelari lain pun jadinya rebutan air putih begitu WS-nya menyediakan.
Di depan Halte Busway Harmoni menuju Juanda, effort mulai berasa medium. Walaupun napas masih terkontrol tapi kaki mulai agar panas juga. Area Calf yang saya khawatirkan menegang, so far masih belum menunjukkan tanda-tanda kelelahan. Di rentang ini panitia sudah mulai menyediakan sponge berisi air dingin, tepat sekali yang saya butuhkan, langsung saya basahi leher dan punggung saya...brrrrrr... segar lagi rasanya. Setelah Istiqlal pun saya melewati seorang teman saya yang mengambil FM.

KM 15 - 21
The hell miles.... secara garis besar, rute nya sederhana aja, Monas puter balik di Bunderan HI dan balik ke Monas. Tapi iniiii...rasanya kaya ngga selesai-selesai! Seperti training saya sebelumnya, KM ini belum pernah saya lakukan, walaupun dalam sesi long run. Dan jujur, mental lumayan goyang.. antara ngga pede, sama emosi karena sudah berasa dekat finish.. Kaki pun jadi terasa wasted banget.
Kondisi ini makin diperparah dengan kehadiran side stich..! Sepertinya saya terlalu banyak minum Pocari ini..terpaksa saya turunkan pace sampai ke 6:30, dengan pertimbangan toh tadi sudah 2/3 rute saya diatas average pace. Setelah side stich mereda, saya pun berusaha menaikkan pace lagi, untungnya di KM akhir ini banyak sekali klub dan komunitas lari yang menjadi sukarela dan menyemangati kita. Beberapa kali mental teriak untuk jalan sebentar, namun tidak saya hiraukan. Ini adalah perjuangan kaki yang mulai lelah dan mental melewati KM akhir. Yang saya dahulukan adalah menenangkan mental saya, mencoba rileks, menikmati pemandangan & keramaian sekitar, which is worked well.

The final stretch, Monas sudah kelihatan, saya pun maksimalkan tenaga yang ada, sambil tetap menjaga agar ngga kebablasan dan collapse..

FINISH...!

Saya pun mempause jam GPS dan sesaat setelahnya tampil rekor Half Marathon baru yaitu 1:59:24!! Belum bisa berpikir jauh, saya segera mengambil pisang dan pocari untuk refreshment, lalu melakukan cold stretching. Calf dan paha saya sudah tegang ngga karuan..hehehee

Sisa hari itu pun saya habiskan dengan istri dan tidak memikirkan JakMar dulu. At least sampai official timing nya keluar.

Yang ditunggu akhirnya direlease, official timing Jakarta marathon saya:

Finish Time 1:59:47
Net Time 1:58:56

Mission accomplished.. training berbulan-bulan terbayar sudah.. Saya berhasil membuktikan kalau manusia bisa menembus batasan dirinya dengan cara yang tepat, dan bagi saya, itu adalah soal berlari.

Jakarta Marathon sudah saya amini sebagai race terakhir untuk 2015. Jadi ini akan menjadi bulan-bulan off season buat saya, dan akan saya manfaatkan untuk bulking dan strengthening fisik saya dulu.

Pain is temporary, pride is forever.






Read more ...

Long Run - Medium Effort 1:30:00

Tuesday, 29 September 2015



Salah satu sesi long run terakhir sebelum dinas kembali minggu ini. Saya belum menembus waktu 1:30:00 ini untuk mengkondisikan badan dengan durasi "kira-kira" segitu, karena target PB adalah sub-2.

Beberapa progress yang saya dapat dari sesi ini adalah, saya berhasil me-manage endurance saya dengan average heart rate pada zona Aerobic, kelihatannya jarang sekali menyentuh lower Treshold, dan pace average dibawah 6 min/km.

Dari perhitungan Race Calculator yang pernah saya lakukan, at least pace flat 5:40 harus bisa saya lalukan untuk sub...nearly 2:00:00

Well, masih ada minggu sesi training sebelum taper week untuk melihat sedekat apa saya dengan target PB Jakmar saya ini.

Read more ...

Road to Jakarta Marathon 2015 : Tempo Interval run (seru juga)

Wednesday, 26 August 2015
Jadi... setelah training saya kemarin, saya mulai berpikir... di HR zone mana seharusnya Half Marathon Race pace saya. Mulailah saya googling sana sini mencari referensi, mulai dari forum garmin, runners world dll. Hingga saya menemukan di beberapa forum terdapat kalimat yang sama yaitu McMillan Race Calculator.

Saya pun menemukan website yang dimaksud, yaitu www.mcmillanrunning.com. Pada website tersebut, kita dapat memasukkan race pace terakhir kita atau yang kita ketahui, kemudian memasukkan target next race time dan web akan memberikan average pace reccomendation...plus training pace !

Betul..training pace, mulai dari interval, tempo, recovery dll. Yang mencuri perhatian saya adalah istilah Tempo Inteval.. apa lagi ini??

Boleh dibilang, saya adalah speed freak. I love speed.. kalaupun saya mau beli sepeda nantinya, itu adalah sepeda balap, dan bukan sepeda gunung. Mungkin ini yang secara tidak sadar membuat saya menyukai jenis latihan interval yah. Rasanya kalau liat pace yang "minimal" tuh gimanaaa gitu. Disatu sisi, saya juga tau, speed work saja ngga cukup untuk target sub-2 HM saya nanti, makanya beberapa Tempo Run pun saya lakukan, bahkan yang terakhir sampai 13 KM.

Membaca Tempo Interval, koq kayanya enak juga nih, apalagi melihat rekomendasi pace-nya (untuk target saya) adalah 5:01 - 5:15 min/km..

Tempo Interval ini sendiri adalah jenis latihan dimana kita melatih badan untuk menuju ke lactate treshold limit namun dalam rentang interval. Pace untuk tempo interval lebih cepat dari tempo run. Formula tempo interval yang saya buat dan masukkan di Garmin Connect adalah

Warm up 10 menit
Tempo run 10 menit, pace 5:01 - 5:15 min/km
Recovery Interval 3 menit
Repetisi 3 kali
Cooling Down 10 menit

Off we go, rasanya memang lebih menyenangkan daripada tempo run, walaupun akhirnya koq rasanya harusnya repetisinya lebih banyak seharusnya. Anyway, ini kan percobaan pertama yah..


kalau dibandingkan dengan interval biasa, ini lebih menantang.. karena durasi 10 menit ini cukup nahan heart rate di zone Treshold. Sesi ini jadinya comfortably harder than tempo pace. Asik juga, karena disatu sisi, saya pun belajar menahan emosi dan slowing down , dan memotivasi kaki buat speeding up saat pace drop.

Sayangnya, saya sempat harus berhenti karena side-stich yang sudah ngga ketolongan. untung saya siapkan air minum saat latian ini..jarang-jarang.

So, tempo interval ini recommended buat yang mau melatih pace untuk lari jarak yang jauh, namun bertahap diselingi recovery. Bagi saya, manfaat dasar interval (baik interval standar maupun tempo interval ini) adalah melatih psikologis otak saya saat pace makin meningkat.

It's all about brain training!

Kedepannya, saya akan panjangkan durasinya dulu, baru menambah repetisinya sepertinya. Selamat mencoba dan #marilari
Read more ...

Road to Jakarta Marathon 2015 : Interval sub 5

Saturday, 22 August 2015
Garmin Connect



Rabu kemarin adalah jatah speed-work saya minggu ini. Setelah senin kemarin pemanasan kembali dari cuti di Jakarta, Rabu kemarin pun saya putuskan untuk melakukan...yah...light speedwork lah..

Berhubung saya sudah menggunakan Garmin FR 225 *tsahhh saya sekarang sudah bisa mengupload interval training session ke jam, dan tidak menggunakan iSmoothRun lagi seperti interval-interval sebelumnya. Nah kembali karena saya sagak longgar pada cuti kemarin, interval ini pun saya hanya manfaatkan dalam cakupan building base aja.

Intervalnya adalah seperti biasa 600m x 8, dan saya set di pikiran untuk berlari sekitar 5:00 min/km setiap intervalnya.

Setelah melakukan dynamic warm up, GPS dan HRM saya aktifkan dan setelah locking, saya pun mulai dengan pemanasan 10 menit. Interval pun saya lakukan sesuai dengan panduan dari jam, dengan hasil catatan sebagai berikut:


Splits  Time Cumulative Time Moving Time Distance Elev Gain Elev Loss Avg Pace Avg Moving Pace Best Pace Avg HR Max HR Avg Run Cadence Max Run Cadence Avg Stride Length Calories
1 10:00 10:00 9:59 1.43 3 -- 7:00 7:00 5:39 143 155 158 177 0.9 124
2 02:48.2 12:48 2:48 0.6 -- -- 4:40 4:40 3:28 165 177 172 183 1.24 43
3 2:00 14:48 2:00 0.22 -- -- 9:08 9:07 4:54 153 173 125 170 0.88 27
4 02:57.6 17:46 2:58 0.6 -- 1 4:56 4:57 4:04 166 176 169 178 1.2 46
5 2:00 19:46 1:57 0.23 -- -- 8:33 8:20 5:06 154 176 154 175 0.76 27
6 02:59.8 22:46 3:00 0.6 -- -- 5:00 5:00 4:34 165 173 168 178 1.19 46
7 2:00 24:46:00 2:00 0.19 -- -- 10:43 10:43 4:52 150 168 116 168 0.8 26
8 02:41.2 27:27:00 2:41 0.6 -- -- 4:29 4:28 3:50 168 175 178 184 1.26 42
9 2:00 29:27:00 2:00 0.21 -- -- 9:25 9:25 4:38 157 169 139 173 0.76 28
10 02:47.1 32:14:00 2:47 0.6 -- -- 4:38 4:38 3:56 168 174 176 187 1.22 44
11 2:00 34:14:00 2:00 0.19 -- -- 10:23 10:23 4:48 152 171 115 173 0.83 27
12 02:45.9 37:00:00 2:46 0.6 2 1 4:36 4:37 4:07 165 174 178 186 1.22 42
13 2:00 39:00:00 1:57 0.22 -- -- 9:07 8:53 4:18 153 171 141 177 0.78 27
14 02:50.6 41:50:00 2:51 0.6 -- -- 4:44 4:45 4:19 170 177 177 184 1.19 45
15 2:00 43:50:00 2:00 0.17 -- -- 11:31 11:31 4:50 155 174 96 177 0.91 28
16 02:44.2 46:35:00 2:44 0.6 -- -- 4:34 4:33 3:48 168 177 176 185 1.25 43
17 2:00 48:35:00 2:00 0.18 -- -- 11:24 11:23 4:01 153 176 118 187 0.74 27
18 15:00 1:03:35 15:00 1.92 -- -- 7:49 7:49 5:52 146 155 165 181 0.78 193
Summary 1:03:35 1:03:35 1:03:28 9.76 4 2 6:31 6:30 3:28 155 177 157 187 0.98 885


Dari tabel tersebut, saya tebalkan bagian yang merupakan sesi intervalnya, terlihat bahwa ternyata saya bisa menembus angka 5:00 pada hampir semua interval...wow.... ngga nyangka... waktu menjalani interval pun saya ngga merasa terlalu all-out, kalau melihat max HR per interval pun, itu masih di Treshold Zone. Saya hampir tidak mencapai Max HR saya yang secara teori sekitar 190 bpm!

dari Sesi ini pun saya lumayan lebih optimis untuk mencapai sub-2 Half Marathon di JakMar nanti. Besok mungkin saya akan coba long run dengan pace yang cepat, mungkin sekitar 12 - 14 km kalau memungkinkan, karena lari di tempat kerja saya ini, waktu mungkin banyak, tapi tracknya terbatas sekali..hiks...

Satu lagi, pada sesi recovery tiap interval, saya pun melihat bahwa dalam 2 menit tersebut, heart rate saya bisa turun dari angka 170an ke 130an (easy).

Great interval, dan dengan FR 225, saya jadi tahu bahwa Max HR itu lebih parah dari yang biasanya / kemarin saya coba yah..gimana tuh rasanya...hahaa





Read more ...

Road to Jakmar 2015 : Hello July...

Tuesday, 30 June 2015



Ngga kerasa sudah mau bulan Juli.. dan bulan kemarin pun berlalu karena saya jalan-jalan ke Tokyo :) Training Plan pun terbelengkalai dan kendor, tapi ngga apa-apa lah.. toh saya juga bukan atlit toh..hehe

Barusan juga saya pun mencoba develop training plan untuk bulan ini, mumpung juga rota kerja kali ini adalah 4 minggu sehingga semoga training plan ini bisa saya ikutin. 2 minggu pertama saya akan fokus untuk building base (kembali) karena sudah kendor bulan kemarin. Hal ini juga perlu saya antisipasi saat cuti nanti bulan Agustus, kalau ngga ya masa tiap 2 bulan sekali "building base" terus. Anyway, ini kita pikirin nanti deh.

Setelah 2 minggu building base, saya mulai masukin speed work seperti interval training. Kalau memungkinkan, nanti akan saya modif lagi dengan memasukkan hill-repeat sih. Long run juga masih saya fokuskan di angka 10 - 14 km dulu. Soalnya karena keterbatasan tempat lari kalau lagi di papua, lari 10 km aja "berasa: bosennya, apalagi tambah sampai 14 km...sekali lagi, we'll see

Dari 2 sesi lari kemarin & hari ini, sebenernya base saya ngga jatuh-jatuh amat walaupun bulan kemarin sedikit larinya. Untuk 5K di sub 30 masih oke aja sih rasanya, cuma tetep aja saya masukkan building base ini 2 minggu untuk re-conditioning psikologi saya.

Stay tuned dan #marilari
Read more ...

Road to Jakmar 2015 : training plan anybody ?!?

Monday, 25 May 2015
Jadi setelah schedule rotasi kerja sudah ok, pendaftaran half marathon buat Jakmar 2015 pun sudah saya lakukan. Berikutnya ? ya idealnya sih bikin training plan nih.. Nah ini nih yang sampai hari ini masih belom tau caranya, ditambah lagi beberapa website running di kantor keblokir pula :( Jadilah terbatas banget nih referensi saya

Salah satu web yang saya temukan baru web ini yang lumayan menjelaskan konsep membuat training plan. Kalau kita buka website seperti Runners World, mereka bahkan menawarkan jasa pembuatan Training Plan dengan biaya tertentu. Bahkan sebenarnya pun saya bisa aja buka Nike+ Coach dan set up training plan dari situ.

Alasan kenapa saya tidak menggunakan beberapa cara diatas adalah karena saya ingin membuat atau memiliki plan yang do-able (bisa dilakukan) sesuai dengan kondisi who-i-am saya.

Maksudnya ?....

Saya kan suami orang...

Saya kerja dinas rotasi

Saya bukan atlit..

Saya juga punya kesibukan lain...

Nah, itu baru sebagian pertimbangan aja yang terlintas, yang jelas training plan yang saya mau buat harus disesuaikan dengan kehidupan saya dong.. bukan berarti membuat training plan seperti menjalani dunia lain yang berbeda dari fakta-fakta yang saya tulis diatas, tapi apa gunanya kita punya training plan, kalau pada akhirnya kita cuma akan men-skip beberapa sesi karena harus arisan, menghadiri kondangan, sunatan, belanja bulanan dll? 

Got the point kan ?

Nah jadi saya pun memutuskan untuk membuat training plan sendiri. Maksudnya bukan bikin sendiri secara fisik sendirian, saya berencana untuk konsultasikan dengan beberapa rekan di forum yang saya anggap lebih sepuh dalam dunia lari. Sendiri maksudnya yang benar-benar fits my life.

Umumnya, training plan dibuat dalam hitungan 12 minggu (3 bulan) dengan konfigurasi yang tipikal seperti ini:


Week
Mon
Tue
Wed
Thu
Fri
Sat
Sun
TOTAL
1 (Hard)
3 miles
Rest Day
3 miles
5 miles
3 miles
Rest Day
7 miles
21 miles
2 (Easy)
2 miles
Rest Day
2 miles
4 miles
2 miles
Rest Day
5 miles
15 miles
3 (Hard)
3 miles
Rest Day
4 miles
6 miles
4 miles
Rest Day
9 miles
26 miles
4 (Easy)
3 miles
Rest Day
3 miles
5 miles
2 miles
Rest Day
6 miles
19 miles
 
 Dari sini saya akan mencoba mendetailkan lagi weekly plannya menjadi seperti ini:

2 hari rest day (cross train) untuk recovery
1 hari long run
1 hari speed work (interval, tempo run, fartlek, hill dll)
3 hari easy run dengan 1 kali stride training

Ini niatannya, alhasil yang bisa saya buat untuk mulai bulan Juni adalah kaya begini :


Berhubung bulan depan saya dan istri akan pergi pelesiran, makanya akan ada sesi kosong tanpa training dari tanggal 10 - 19 Juni yang otomatis akan mempengaruhi mileage bulanannya. Highlight kuning menunjukkan tanggal saat saya cuti di Jakarta dan sebaliknya untuk yang hijau, dan saat saya sedang dinas kerja lah dimana saya bisa lebih sering berlari dibanding waktu cuti. Pada waktu saya di Jakarta pun, saya tidak akan menambahkan sesi lari pada Sabtu dan Minggu karena aktifitas rutin di rumah.

Ini lah training plan saya, sesuatu yang saya rencanakan, saya ukur, saya atur sesuai dengan kehidupan saya. Dengan training plan seperti ini, saya tidak akan merasa hidup saya "terenggut" oleh latihan saya, dan tidak akan merasa under training atau over training karena misalnya kejar setoran pas masa dinas. Kembali lagi, saya ini bukan atlit, bukan mau ngejar podium. Tapi training untuk PB yang realistis...ini target saya :))

Semoga ini training plan bisa kelar dalam minggu ini, jadi efektif 1 Juni nanti saya bisa mulai fokus untuk Jakarta Marathon.

Beberapa referensi yang bisa dibaca terkait training plan:

How can you create your own training plan
How to be your own training coach
How to balance marathon training with life -- yang ini aga panjang artikelnya




 



 



 
Read more ...

Jakarta "Half" Marathon 2015 : let the training begin !

Friday, 22 May 2015
 

yaaa yaaa... sesuai judulnya, setelah kegalauan dan pertimbangan sana sini.. akhirnya saya pun mendaftar Jakarta Marathon 2015 untuk jarak Half Marathon :))

Kenapa ??

Sederhana aja.. motto saya.. love your pace, love your distance. Hingga hari ini, saya memang belum pernah berlari marathon, yang sudah hanyalah 2 kali HM liar (istilah yang digunakan di forum Kaskus Runner) dengan catatan waktu yang begitulah.

Di satu sisi, saya pun entah kenapa sudah meneguhkan hati untuk belum berlari marathon di tahun ini. Bagaimana ya mengatakannya, saya berusaha sebisa mungkin untuk menginstankan perjalanan lari saya. Saya ngga bilang kalau instan itu salah atau jelek, itu preferensi, dan ada juga orang yang sukses dengan metode instan. Tapi mungkin bukan saya.. saya adalah orang yang menghargai proses. Bagi saya, proses menuju suatu tujuan kadang lebih menyenangkan dari pada tujuannya itu sendiri. Dan untuk melewati perjalanan menuju Half Marathon... the proper half marathon.. dan langsung ke marathon, koq rasanya nanti jadi ngga lengkap ya?!

Sama seperti saat kemarin Nutrilite, mengambil jarak 5K bagi saya seperti berkata iya, anda sudah bisa lari 5K, tapi lari yang kaya gimana ??, makanya saya pun putuskan untuk melakukan sesuatu yang all out bahkan untuk jarak sependek 5K

Sekali lagi, ini kembali ke preferensi dan tujuan lari kita  masing-masing ya, ada orang yang memang memutuskan untuk berlari sejauh-jauhnya, mengukur endurance dan sejauh mana seorang manusia bisa dipaksa dalam hal berlari. Saya pun mengacungi jempol untuk rekan-rekan yang sudah bisa lari dengan jarak yang belum pernah saya capai, dan itu yaaa ngga salah kan ? itu lah maksudnya preferensi.

Kembali ke topik, saya pun ambil jarak Half Marathon dengan satu motivasi, yang sama seperti saat Nutrilite kemarin.. Personal Best ! Yup.. saya masih belum tentukan target PB, namun mungkin somewhere between 02:10:00 hingga sub 02:30:00. Cukup realistis kan ?!?

 Yang saya belum tahu juga, training plan nya nih... Gampangnya sih tinggal buka aplikasi Nike+ dan join Nike Coach-nya. Namun fitur ini kurang fleksibel menurut saya, karena ya saya kan bukan atlet.. saya juga harus kerja, ngurus rumah, jalan sama istri dll. Semoga dalam beberapa hari sudah ada pencerahan atau contoh training plan yang bisa didownload dan diikuti mulai minggu depan.


love you pace, love your distance... lets go Jakmar 2015 !

 

 



Read more ...