Pages

Showing posts with label cadence. Show all posts
Showing posts with label cadence. Show all posts

Jakmar 2015 Training : 10K new PB

Sunday, 19 July 2015
Kelanjutan dari training sebelumnya, saya masih struggling buat mencapa target Half Marathon pace saya. Masih ada beberapa bulan dan saya belum "memasuki" HM pace training dalam jarak lebih dari 10K.

Malam minggu kemarin, saya pun memutuskan untuk melakukan speed training. Seperti biasanya, saya selalu memasukkan minimal 1 sesi hard training seperti tempo run, interval, atau lainnya untuk menaikkan VO2 Max ataupun menaikkan strength level saya.

Tempo run yang pernah saya lakukan sebelumnya adalah sejauh 5K dengan average pace di 5:20 min/km. Jadilah saya mencoba untuk "berlari lebih jauh" dengan target pace 10 - 20 detik lebih lambat. Setelah pemanasan 10 menit dan dynamic warm up, saya pun mulai lari dengan mindset pace 5:30 - 5:40 min/km.

Kilometer awal seperti bisa tidak ada masalah, napas masih teratur dengan baik dan pace juga bisa terjaga diatas target. Karena rute lari saya ini bentuknya serupa stadion sepanjang 700m alias hanya muter-muter disana aja, ada satu bagian sisi panjangnya yang anginnya melawan arah, lumayan juga agak ngegas waktu melewati bagian ini, tapi bukan isu yang penting lah.

Masuk KM 5, mulai ada godaan-godaan yang membisikkan udah yuk, segini aja udah bagus koq..hehehee Form check...masih oke, kaki masih rileks, napas udah mulai agak ke tenggorokan tapi ritme masih terjaga..lanjut terus. Yang sempat jadi perhatian saya adalah cadence, karena saya tidak pakai metronome atau device yang bisa mendeteksi cadence, saya hanya mengandalkan feeling aja untuk memutuskan ini terlalu cepat atau terlalu mengambang. Maksudnya mengambang adalah, seakan-akan, saya mencoba membuat badan saya melenting / melayang kedepan, tapi effortnya adalah ground contact kaki saya (sepertinya) jadi lebih lama. Nah, di sesi ini juga saya mencoba untuk jarang-jarang ngintip jam untuk liat pace. Saya mencoba untuk merasakan pace saya, seperti yang suka kita temukan di internet, comfortable pace itu seperti apa, ya kita yang harus merasakannya.

KM 6 - 8, badan sudah benar-benar panas namun memang napas masih mampu. Pola 2 - 3 pun masih bisa saya terapkan. Kalau rasanya dah di ujung tenggorokan, saya pun perlambat cadence saya dan ngejar napas. Saat ngintin jam, pace 5:15 - 5:20 masih bisa saya tahan hingga sejauh ini!

Final KM! dengan lintasan 700m per lap, 2 kilometer berarti 3 putaran terakhir. Saya pun tetap atur napas dan cadence, pace masih ok dan badan masih rileks. Saya masih bisa rasakan badan belum dipacu maksimal (sepertinya lho ya) sehingga masih aman untuk bulatkan ke 10KM. Putaran terakhir alias 700 meter saya rubah pola napas ke 1 - 2..sekalian mencoba latih pola napas ini untuk cadence yang lebih cepat. Rasanya masih terengah saat menarik napasnya, karena tarikan 1 itu cepat sekali apalagi kalau pace relatif cepat. KM 10 pun saya capai dengan short sprint dan PB terbaru 52:46 pun saya capai dari sebelumnya 55:13 !


Rata-rata pace adalah 5:16 min/km... split per KM seperti tabel dibawah:


"drop pace" terjadi karena saya harus mengikat kembali tali sepatu...huh..

Kesimpulan sementara: untuk sub 2:00:00 HM time, kelihatannya masih bisa lah tercapai. Yang perlu saya latih adalah muscle strength saya, karena terasa juga nyeri di kaki setelah sesi ini. Plus pernapasan 1 -2 ini kelihatannya harus lebih sering saya latih, mungkin dengan interval training.



Read more ...

20 Mei : Interval 600x8

Thursday, 21 May 2015
Kemarin malam adalah hari ketiga berturut-turut di minggu ini, dan saya pun memutuskan untuk speedwork dengan melakukan interval training. Setelah pede yang bertambah dari sesi lari kemarin, saya pun men-set sesi interval saya dengan menggunakan aplikasi iPhone yaitu iSmoothRun dengan konfigurasi sebagai berikut:

Pemanasan 15 menit
Interval 600m pada pace 4:30, dengan recovery 4 menit selama 8 kali
Cooling down 10 menit

Sebelum Nutrilite Health Run, saya pernah sebenarnya melakukan interval training ini di Senayan. Perbedaannya hanya pace saya naikkan 10 detik menjadi 4:30 min/km.

Ritual seperti biasa pun saya lakukan, dynamic warmup dari ujung kaki, pinggang tangan dan leher, saya pun mulai start aplikasinya untuk warm up 15 menit dengan jogging.

Pada interval 1 - 3, saya bisa menjaga pace sedikit diatas target pace, tapi koq pada interval 3, napas makin pendek... recovery menuju interval 4 saya manfaatkan benar-benar untuk mengejar napas dan menurunkan heart rate, alhasil, interval 4 malah below target. Interval 5 pun saya manfaatkan untuk "ngejar stamina lagi"

Interval 6 lumayan dapat napas, walaupun napas makin pendek...hehehe dan selanjutnya 2 interval terakhir ngga memuaskan average pacenya





Satu yang masih membesarkan hati saya (halahhh) adalah sensor iPhone masih mencatat cadence rata-rata diatas 88 pada hampir setiap interval. Well...anggap aja blessing in disguise. Kesimpulan yang saya ambil adalah saya mungkin sedikit overtraining karena sesi sebelumnya, mungkin kalau diselingi recovery baru interval ini dilakukan, hasilnya akan sesuai ekspektasi.

So, hari ini pun saya ambil untuk recovery day saja dulu.. besok mungkin akan saya mulai dengan easy run dulu. At least, speed work kemarin tidak terlalu mengecewakan lah...

 


 
 







Read more ...

Easy run.. bener ga nih ?

Tuesday, 19 May 2015
Jadi... hari ini ngga ada yang spesial seperti kemarin.. kerja dari pagi sampai sore, balik ke kamar buat ganti kaos olahraga..

Pemanasan sebentar, jalan - lari kecil.. dalam hati ok hari ini kita easy run aja buat maintain fitness karena pas libur kemaren kurang nih lari ..DEAL

Setelah GPS di jam nge-lock, mulai deh lari..kebetulan malam ini agak dingin, dari sore pun udah mendung dan saya sudah kira malam ini bakan ujan n treadmill aja. Jadi secara ngga langsung malam ini cerah dan sejuk deh udaranya. So far, ngga ada yang spesial.. sampai lewat 1K, koq badan agak enak ya..coba lebih cepet deh, sambil ngelirik jam, pace menunjukkan angka 6:00 dan terus berkurang. Sambil tetap atur napas dan jaga postur, saya coba deh menaikkan sedikit cadence hingga menunjukkan pace 5:30an..wow...

Saya pun berusaha tetap fokus, atur napas, gantian inhale lewat mulut dan hidung, pola 2 - 3 seperti biasa. lewat 2K, kelihatannya badan dah bener-bener panas nih, saya pun coba condongkan sedikit lagi kedepan ala ala Chi Running sambil tetap jaga postur dan ayunan tangan, intip jam...jreng jreng.. 5:00an.. anehnya, ayunan tangan dan kaki saya malah makin enak, stride jadi lebih enteng, mengayun dan natural.. Cek napas pun masih oke oke aja..

wah..ini run pace "baru" saya kah....hehehee , batin saya selama lari :p Badan tuh rasanya melayang dan gliding kaya Usain Bolt di iklan Puma Ignite gitu deh...

KM terakhir pun saya putuskan buat slow down sambil cooling down.. alhasil 5K dengan total time 29:19... almost effortless.




Read more ...

Latihan cadence

Tuesday, 21 April 2015
Saat ini saya sedang mencicil untuk membaca ebook mengenai ChiRunning, sebuah buku dimana pengarang bukunya melakukan riset dan mengembangkan teknik berlari yang memadukan ilmu Tai Chi sehingga didapat postur dan teknik berlari yang efisien alias effortless.

Cadence adalah salah satu kunci efisiensi pada chirunning (saya tidak akan membahas mengenai chirunning nya secara menyeluruh) dan beberapa literatur lain yang pernah saya baca memang menulis bahwa teknik berlari yang efisien adalah dengan menaikkan cadence untuk mendapatkan stride yang lebih banyak dan pendek.

Nah, dari sini saya mulai mencoba untuk mendevelop cadence saya. Dari speed work terakhir saya mendapatkan angka cadence 87 - 88 saat berlari dengan pace 5:00 min/km. Oiya, angka tersebut saya dapatkan dari aplikasi iSmoothRun yang ada di iPhone saya. Aplikasi ini juga yang saya gunakan untuk menentukan cadence latihan saya ini dengan adanya fitur "metronome". Saya men-set metronome pada angka 85 atau 170 agar bunyi "klik"nya terdengar pada setiap langkah saya, karena saya menggunakan teknik bernapas 2 - 3 yang akan ganjil bila dipadukan dengan metronome yang ketukannya genap.


Latihan lari ini saya lakukan dengan jarak 5K dan pace sekitar 6:30 - 7:00 min/km saja, karena goal-nya baru ingin merasakan cadence ini saja dengan pace yang nyaman dulu. Saya ingin melihat perbedaan postur yang mungkin terjadi dan hubungannya dengan pace lari saya. Dari percobaan lari dengan cadence ini, kesimpulan sementaranya adalah sebagai berikut:

  1. Napas, terasa lebih enak (surprisingly!) mungkin karena lebih pendek dan teratur sehingga kesan "catch my breath" hampir ngga ada
  2. Swing kaki terasa lebih ringan (more surprising...) karena saya tidak harus "menahan" kaki terlalu lama di udara ataupun ground contact yang terlalu lama. Rasanya jadi seperti jalan cepat saja pada pace 7:00
  3. Keringat sangat banyaaakkk.. padahal jarak tempuh hanya 5K dengan pace 7:00.. good for cardio indeed

Karena larinya diiringi bunyi "klik" metronomenya, terkadang saya jadi sulit mengatur napasnya. Anyway kalau nanti sudah dapat feel-nya pasti lebih teratur napasnya. Oiya, saya juga sempat mencoba speeding sedikit dengan cadence ini, mempraktekkan teknik chirunning yaitu mencondongkan badan, alhasil, pace 5:30 sempat saya capai dengan hampir tanpa effort apapun. Napas memang masih ngejar karena postur condongnya yang kemungkinan belum tepat.

Sesi training baru yang menarik, saya bahkan merasa bisa lari half marathon dengan nyaman sepertinya dengan teknik berlari ini..hehe






Read more ...