Pages

Jakarta Marathon 2015 : Mission accomplished !

Monday, 2 November 2015


Setelah event selesai 25 Oktober kemarin, dan dengan segala keseruan dan kesibukan saya pada seminggu ini, akhirnya saya bisa post update dari Road to Jakmar 2015 dengan hari-H nya sendiri

Latihan 5 bulan pun akhirnya harus dibuktikan, dan 25 Oktober adalah saatnya. Race Pack untuk Jakmar saya ambil pada hari pertama pengambilan Race pack nya di Balai Kartini. Dokumen yang diperlukan sudah saya siapkan sejak jauh hari, surat keterangan dokter pun saya bikin di Site Clinic tempat kerja di Papua saja...beres deh...

Berhubung saya datang pagi, keramaian dan antrian yang setelahnya saya dengar dari teman-teman ngga saya alami. Pengambilan BIB nya juga unik karena antrian nomor dan kaos dibedakan. Mungkin ini untuk menghindari potensi orang ngantri gara-gara milih atau nanya soal kaos, karena seperti yang sudah dijelaskan di website nya, pada saat pembagian kaos, warna tidak bisa milih dan size sesuai dengan pendaftaran. Saya sendiri dapat kaos warna biru...warna JakMar banget dan warnanya pun ngga terlalu mencolok kaya warna merahnya.

BIB 21483 pun di tangan. Sempat juga ketemuan dengan beberapa rekan dari group Kaskus Runner, namun karena waktu dan keperluan lain, saya pun ngga lama-lama disana. Oiya, disana kebetulan digelar juga event Sport Expo yang dihadiri beberapa tennant / brand seperti Adidas, Garmin, dan toko Suka Outdoor. Disini saya akhirnya membeli GU Gel dan kaos kaki Balega (one of my favourite so far..) buat race day nanti.

Selesai urusan BIB, selanjutnya ya persiapan peralatan perang...hehehe.. lebay ah.. Ngga lah, ngga segitunya. Honestly, dalam urusan berlari, saya termasuk orang yang minimalis. So far kurang berminat sama yang namanya botol minuman, topi, apalagi sampe pake hydration vest.. its a no no no...Celana pun lebih suka pakai yang kalo kata orang, celana gemes yang pendek.. Untuk kaos, berhubung kaos JakMar saya dapat H-3, kayanya udah ngga sempet lagi kalau mau dipakai untuk menghindari potensi nipple chaffing pas hari-H. Dengan pertimbangan ini, saya pun akhirnya putuskan buat pakai singlet Indorunners aja, pertimbangan lain, biar para tukang jepret mau motret saya karena dikira member Indorunners..hahahaa

Ini list nya:

1. Tech Singlet NB IndoRunners
2. Celana Adidas Climacool (ngga jadi pakai NB di foto karena takut paha lecet...)
3. Kaos kaki Balega Ultralight No-Show
4. Saucony Type A6
5. Kacamata hitam Oakley made in Blok M (tapi ini pakai lensa minus lho...)
6. Spibelt Tokolari
7. Garmin FR225
8. GU Gel 2 bungkus

Hari Sabtu saya luangkan buat rileks sama istri sambil menginap di hotel dekat Monas. Carbo loading pun dilakukan di Pizza Hut dekat hotel dan lumayan mengenyangkan perut lah. Dari booklet yang didapat dari race pack dan update di web Jakarta Marathon nya, Race Camp atau area Start sudah bisa diakses 2 jam sebelum start alias jam 3 pagi. Berhubung monas hanya sejarak jalan 10 menit, saya pun memutuskan buat tiba di Monas jam 3:30an saja lah. Jadi masih ada spare  1 jam lebih buat warm up atau jaga-jaga kalau ada kendala. Setelah tidur yang cukup, alarm pun sukses membangunkan saya jam 3an. Mandi air hangat dan segera berpakaian sambil memastikan kembali ngga ada yang ketinggalan, saya pun jalan ke Monas. Di perjalanan, jujur saya agak-agak takut kalau kaos saya ini menimbulkan masalah dan tidak boleh masuk, walaupun kalau kata temen-temen ngga pernah ada masalah koq soal kaos, yang penting BIB jangan ketinggalan.

3:30
Tiba di Monas, ternyata lokasi masih sepi! bahkan kita belom bisa masuk ke area start. Yang begini nih dalam hati saya sangat disayangkan. ketika hampir jam 4, gate pun baru dibuka. Saya pun segera masuk dan menuju ke garis start. Di garis start, para Marshall sudah berbaris dengan membawa sign untuk memisahkan barisan Full Marathon, Half Marathon, 10K dan 5K. Segera saya melakukan dynamic warm up dan beberapa pemanasan lain.

4:45
15 menit menjelang jam 5, para pelari sudah mulai memenuhi kotak-kotak start masing-masing kategori. Saya pun segera berbaris di kotak Half Marathon. Yang menjadi MC di acara tersebut adalah Melanie Putria dan seorang cowo yang namanya ngga disebut-sebut juga sampai start dimulai. Seperti biasa, ritual yang wajib dilakukan pada event lari adalah menyanyikan lagu Indonesia Raya. Dan sekali lagi disayangkan, musik pengiringnya ngga nyala! Jadilah saya dan belasan ribu peserta lainnya ber-accapella ria.. yah tetap lah lagu kebangsaan kita ini memang memanaskan suasana saat itu juga

5:00
Kategori Full Marathon dilepas! Disini adrenaline makin meningkat.. this is it.. its on...its on, saya ulang kalimat tersebut untuk menyemangati diri. Tidak sampai 10 menit setelah kategori FM dilepas, kami pun segera di-count down...

START !

Bergerak diantara kerumunan orang yang malah sibuk selfie di depan garis start bukanlah hal yang menyenangkan. Yang pasti, setiap beberapa saat, saya melirik ke jam untuk memastikan saya tidak overspeeding, sebuah fenomena yang umum terjadi saat perlombaan dimulai. Pace terlihat di angka kisaran 5:30 - 5:45 min/km, saya pun membandingkan dengan effort yang saya keluarkan dan saat itu pun enteng sekali. Walaupun di KM awal saya tidak berniat untuk lebih cepat, sekalian untuk memanaskan badan dulu, paling tidak di 2 KM pertama

KM 1 - 7
Rentang 7 km ini adalah dari garis start, menyusuri jalan Gajah Mada hingga ke Jembatan di Kota Tua alias Museum Fatahillah. Disini cuaca masih sangat bersahabat, dan jalanannya relatif turunan sehingga pace bisa dijaga dengan baik. Effort easy-medium masih bisa saya jaga disini. Beberapa adrenaline booster saat itu adalah sewaktu beberapa pelari elite 10K dengan mudahnya melewati rombongan peserta HM. Jalanan saat itu masih sepi, walaupun polisi tampak mulai kerepotan mengatur beberapa persimpangan yang mulai dipenuhi antrial mobil.

So far, great start lah untuk first one-third ini, disini pun saya melewati Pacer 2:00 untuk HM...wow... di tangan nih sub-2 pikir saya!

KM 8 - 14
Arah balik dari Kota Tua hingga sekitaran Masjid Istiqlal ini agak lumayan effortnya, karena kebalikan dari arah sebelumnya, jalanannya agak menanjak. Saya berusaha tetap menjaga cadence dan stride agar ngga terlalu membuang tenaga. Setiap Water Station yang ada tidak pernah saya lewatkan untuk rehidrasi. Yang agak disesalkan adalah proporsi Pocari Sweat dengan air mineral malah banyakan Pocari-nya. Memang mereka sponsor sih, cuma kebanyakan pelari lain pun jadinya rebutan air putih begitu WS-nya menyediakan.
Di depan Halte Busway Harmoni menuju Juanda, effort mulai berasa medium. Walaupun napas masih terkontrol tapi kaki mulai agar panas juga. Area Calf yang saya khawatirkan menegang, so far masih belum menunjukkan tanda-tanda kelelahan. Di rentang ini panitia sudah mulai menyediakan sponge berisi air dingin, tepat sekali yang saya butuhkan, langsung saya basahi leher dan punggung saya...brrrrrr... segar lagi rasanya. Setelah Istiqlal pun saya melewati seorang teman saya yang mengambil FM.

KM 15 - 21
The hell miles.... secara garis besar, rute nya sederhana aja, Monas puter balik di Bunderan HI dan balik ke Monas. Tapi iniiii...rasanya kaya ngga selesai-selesai! Seperti training saya sebelumnya, KM ini belum pernah saya lakukan, walaupun dalam sesi long run. Dan jujur, mental lumayan goyang.. antara ngga pede, sama emosi karena sudah berasa dekat finish.. Kaki pun jadi terasa wasted banget.
Kondisi ini makin diperparah dengan kehadiran side stich..! Sepertinya saya terlalu banyak minum Pocari ini..terpaksa saya turunkan pace sampai ke 6:30, dengan pertimbangan toh tadi sudah 2/3 rute saya diatas average pace. Setelah side stich mereda, saya pun berusaha menaikkan pace lagi, untungnya di KM akhir ini banyak sekali klub dan komunitas lari yang menjadi sukarela dan menyemangati kita. Beberapa kali mental teriak untuk jalan sebentar, namun tidak saya hiraukan. Ini adalah perjuangan kaki yang mulai lelah dan mental melewati KM akhir. Yang saya dahulukan adalah menenangkan mental saya, mencoba rileks, menikmati pemandangan & keramaian sekitar, which is worked well.

The final stretch, Monas sudah kelihatan, saya pun maksimalkan tenaga yang ada, sambil tetap menjaga agar ngga kebablasan dan collapse..

FINISH...!

Saya pun mempause jam GPS dan sesaat setelahnya tampil rekor Half Marathon baru yaitu 1:59:24!! Belum bisa berpikir jauh, saya segera mengambil pisang dan pocari untuk refreshment, lalu melakukan cold stretching. Calf dan paha saya sudah tegang ngga karuan..hehehee

Sisa hari itu pun saya habiskan dengan istri dan tidak memikirkan JakMar dulu. At least sampai official timing nya keluar.

Yang ditunggu akhirnya direlease, official timing Jakarta marathon saya:

Finish Time 1:59:47
Net Time 1:58:56

Mission accomplished.. training berbulan-bulan terbayar sudah.. Saya berhasil membuktikan kalau manusia bisa menembus batasan dirinya dengan cara yang tepat, dan bagi saya, itu adalah soal berlari.

Jakarta Marathon sudah saya amini sebagai race terakhir untuk 2015. Jadi ini akan menjadi bulan-bulan off season buat saya, dan akan saya manfaatkan untuk bulking dan strengthening fisik saya dulu.

Pain is temporary, pride is forever.






Read more ...

Long Run - Medium Effort 1:30:00

Tuesday, 29 September 2015



Salah satu sesi long run terakhir sebelum dinas kembali minggu ini. Saya belum menembus waktu 1:30:00 ini untuk mengkondisikan badan dengan durasi "kira-kira" segitu, karena target PB adalah sub-2.

Beberapa progress yang saya dapat dari sesi ini adalah, saya berhasil me-manage endurance saya dengan average heart rate pada zona Aerobic, kelihatannya jarang sekali menyentuh lower Treshold, dan pace average dibawah 6 min/km.

Dari perhitungan Race Calculator yang pernah saya lakukan, at least pace flat 5:40 harus bisa saya lalukan untuk sub...nearly 2:00:00

Well, masih ada minggu sesi training sebelum taper week untuk melihat sedekat apa saya dengan target PB Jakmar saya ini.

Read more ...

Road to Jakarta Marathon 2015 : the final month

Tuesday, 29 September 2015
sorry for not consistently updating the Blog... well.. training buat Jakarta Marathon jalan terus koq.

Beberapa highlight sejauh ini:

1. Sub-2 Half Marathon kelihatannya achievable.. mungkin yang masih jadi keraguan adalah faktor elevasi rutenya, dan panas mataharinyaaa

2. So far, stamina dan endurance sudah ok. Long run 1:30:00 dengan medium effort bisa dilakukan dengan baik. Saya bahkan bisa menjaga heart rate di zona Aerobic dengan pace dibawah 6:00 min/km

3. Sepatu baru...yaaayyyyy... Saucony Type A6.. the racing flat. Sepatu yang membuat race day seperti easy run...hahahaa (will be reviewed soon)

4. Saya mulai mencoba melakukan strength training untuk menguatkan core dan upper body saya. Kadang tangan tuh terasa pegel kalau lari kelamaan...

Apa lagi ya... nanti diupdate lagi deh...


Read more ...

Mengingat Independence Day Run 2014

Monday, 31 August 2015





Beberapa waktu yang lalu di halaman facebook Indorunners sempat ter-posting dari beberapa rekan-rekan mengenai pertanyaan seputar "apakah Independence Day Run" akan diadakan lagi tahun ini. Dan, hingga Agustus berakhir, kita semua melihat bahwa event tersebut kelihatannya tinggal kenangan.

Event IDR ini sendiri memang event yang menurut saya cukup unik dan membekas di hati kebanyakan recreational runner, termasuk saya. Unik, karena event ini gratis..totally free.. bahkan kita mendapatkan kaos yang menurut saya keren, dengan print logo Istana Negara dan Paspampres (lupa soalnya kaos saya hilang...hiks). Bahkan diakhir acara, pembagian pisang dan Pocari Sweat seperti tidak ada habis-habisnya! Membekas, karena mungkin ini adalah event lari pertama bagi beberapa orang, yang pada akhirnya menginsipirasi mereka untuk terus dan terus berlari untuk semakin sehat, semakin kencang, dan alasan baik lainnya. Dan saya termasuk di dalamnya.

Independence Day Run inilah turning point besar dalam kehidupan saya, dimana ternyata saya bisa menembus batas yang selama ini saya kira tidak mampu, bahwa manusia memang memiliki adrenaline yang bisa memacu semangat kita dalam beraktifitas. Masih teringat segar di ingatan saya saat saya dan puluhan ribu pelari lainnya mengantri di garis start dan kita menyanyikan lagu Indonesia Raya di depan Istana Merdeka. Event ini benar-benar event yang menggambarkan bagaimana kita sebagai bangsa, bisa bersatu dan kompak di dalam nama olahraga lari.

Waktu itu, saya hanya lari bermodalkan sepasang sepatu LunarGlide 5, iphone dengan Nike+ diatas untuk merekam lari saya. Belum ada tuh yang namanya interval training, tempo interval atau entah apapun lagi jenis training yang ada. Saya memang berlatih untuk event itu dulu, masih teringat bahwa untuk bisa finish 48 menit bagi saya sudah prestasi sekali, dan ternyata saya bisa mencatat average pace dibawah 6:00 min/km! Sejak itu, saya tidak pernah berhenti berlari.

Secara pribadi, cukup disayangkan bahwa event ini tidak diadakan lagi tahun ini. Seharusnya Independence Day Run ini menjadi ritual tahunan, event wajib dalam menjelang hari Kemerdekaan. Karena saya yakin, saat event tersebut berlangsung, pada saat bendera start dinaikkan, banyak manusia-manusia Indonesia yang disadarkan bahwa merdeka adalah kebebasan diri seutuhnya, bebas dari batasan-batasan yang mengekang dirinya.

Because for every miles of the road you've ran, you are free
Read more ...

Road to Jakarta Marathon 2015 : Tempo Interval run (seru juga)

Wednesday, 26 August 2015
Jadi... setelah training saya kemarin, saya mulai berpikir... di HR zone mana seharusnya Half Marathon Race pace saya. Mulailah saya googling sana sini mencari referensi, mulai dari forum garmin, runners world dll. Hingga saya menemukan di beberapa forum terdapat kalimat yang sama yaitu McMillan Race Calculator.

Saya pun menemukan website yang dimaksud, yaitu www.mcmillanrunning.com. Pada website tersebut, kita dapat memasukkan race pace terakhir kita atau yang kita ketahui, kemudian memasukkan target next race time dan web akan memberikan average pace reccomendation...plus training pace !

Betul..training pace, mulai dari interval, tempo, recovery dll. Yang mencuri perhatian saya adalah istilah Tempo Inteval.. apa lagi ini??

Boleh dibilang, saya adalah speed freak. I love speed.. kalaupun saya mau beli sepeda nantinya, itu adalah sepeda balap, dan bukan sepeda gunung. Mungkin ini yang secara tidak sadar membuat saya menyukai jenis latihan interval yah. Rasanya kalau liat pace yang "minimal" tuh gimanaaa gitu. Disatu sisi, saya juga tau, speed work saja ngga cukup untuk target sub-2 HM saya nanti, makanya beberapa Tempo Run pun saya lakukan, bahkan yang terakhir sampai 13 KM.

Membaca Tempo Interval, koq kayanya enak juga nih, apalagi melihat rekomendasi pace-nya (untuk target saya) adalah 5:01 - 5:15 min/km..

Tempo Interval ini sendiri adalah jenis latihan dimana kita melatih badan untuk menuju ke lactate treshold limit namun dalam rentang interval. Pace untuk tempo interval lebih cepat dari tempo run. Formula tempo interval yang saya buat dan masukkan di Garmin Connect adalah

Warm up 10 menit
Tempo run 10 menit, pace 5:01 - 5:15 min/km
Recovery Interval 3 menit
Repetisi 3 kali
Cooling Down 10 menit

Off we go, rasanya memang lebih menyenangkan daripada tempo run, walaupun akhirnya koq rasanya harusnya repetisinya lebih banyak seharusnya. Anyway, ini kan percobaan pertama yah..


kalau dibandingkan dengan interval biasa, ini lebih menantang.. karena durasi 10 menit ini cukup nahan heart rate di zone Treshold. Sesi ini jadinya comfortably harder than tempo pace. Asik juga, karena disatu sisi, saya pun belajar menahan emosi dan slowing down , dan memotivasi kaki buat speeding up saat pace drop.

Sayangnya, saya sempat harus berhenti karena side-stich yang sudah ngga ketolongan. untung saya siapkan air minum saat latian ini..jarang-jarang.

So, tempo interval ini recommended buat yang mau melatih pace untuk lari jarak yang jauh, namun bertahap diselingi recovery. Bagi saya, manfaat dasar interval (baik interval standar maupun tempo interval ini) adalah melatih psikologis otak saya saat pace makin meningkat.

It's all about brain training!

Kedepannya, saya akan panjangkan durasinya dulu, baru menambah repetisinya sepertinya. Selamat mencoba dan #marilari
Read more ...

Road to Jakarta Marathon 2015 : Interval sub 5

Saturday, 22 August 2015
Garmin Connect



Rabu kemarin adalah jatah speed-work saya minggu ini. Setelah senin kemarin pemanasan kembali dari cuti di Jakarta, Rabu kemarin pun saya putuskan untuk melakukan...yah...light speedwork lah..

Berhubung saya sudah menggunakan Garmin FR 225 *tsahhh saya sekarang sudah bisa mengupload interval training session ke jam, dan tidak menggunakan iSmoothRun lagi seperti interval-interval sebelumnya. Nah kembali karena saya sagak longgar pada cuti kemarin, interval ini pun saya hanya manfaatkan dalam cakupan building base aja.

Intervalnya adalah seperti biasa 600m x 8, dan saya set di pikiran untuk berlari sekitar 5:00 min/km setiap intervalnya.

Setelah melakukan dynamic warm up, GPS dan HRM saya aktifkan dan setelah locking, saya pun mulai dengan pemanasan 10 menit. Interval pun saya lakukan sesuai dengan panduan dari jam, dengan hasil catatan sebagai berikut:


Splits  Time Cumulative Time Moving Time Distance Elev Gain Elev Loss Avg Pace Avg Moving Pace Best Pace Avg HR Max HR Avg Run Cadence Max Run Cadence Avg Stride Length Calories
1 10:00 10:00 9:59 1.43 3 -- 7:00 7:00 5:39 143 155 158 177 0.9 124
2 02:48.2 12:48 2:48 0.6 -- -- 4:40 4:40 3:28 165 177 172 183 1.24 43
3 2:00 14:48 2:00 0.22 -- -- 9:08 9:07 4:54 153 173 125 170 0.88 27
4 02:57.6 17:46 2:58 0.6 -- 1 4:56 4:57 4:04 166 176 169 178 1.2 46
5 2:00 19:46 1:57 0.23 -- -- 8:33 8:20 5:06 154 176 154 175 0.76 27
6 02:59.8 22:46 3:00 0.6 -- -- 5:00 5:00 4:34 165 173 168 178 1.19 46
7 2:00 24:46:00 2:00 0.19 -- -- 10:43 10:43 4:52 150 168 116 168 0.8 26
8 02:41.2 27:27:00 2:41 0.6 -- -- 4:29 4:28 3:50 168 175 178 184 1.26 42
9 2:00 29:27:00 2:00 0.21 -- -- 9:25 9:25 4:38 157 169 139 173 0.76 28
10 02:47.1 32:14:00 2:47 0.6 -- -- 4:38 4:38 3:56 168 174 176 187 1.22 44
11 2:00 34:14:00 2:00 0.19 -- -- 10:23 10:23 4:48 152 171 115 173 0.83 27
12 02:45.9 37:00:00 2:46 0.6 2 1 4:36 4:37 4:07 165 174 178 186 1.22 42
13 2:00 39:00:00 1:57 0.22 -- -- 9:07 8:53 4:18 153 171 141 177 0.78 27
14 02:50.6 41:50:00 2:51 0.6 -- -- 4:44 4:45 4:19 170 177 177 184 1.19 45
15 2:00 43:50:00 2:00 0.17 -- -- 11:31 11:31 4:50 155 174 96 177 0.91 28
16 02:44.2 46:35:00 2:44 0.6 -- -- 4:34 4:33 3:48 168 177 176 185 1.25 43
17 2:00 48:35:00 2:00 0.18 -- -- 11:24 11:23 4:01 153 176 118 187 0.74 27
18 15:00 1:03:35 15:00 1.92 -- -- 7:49 7:49 5:52 146 155 165 181 0.78 193
Summary 1:03:35 1:03:35 1:03:28 9.76 4 2 6:31 6:30 3:28 155 177 157 187 0.98 885


Dari tabel tersebut, saya tebalkan bagian yang merupakan sesi intervalnya, terlihat bahwa ternyata saya bisa menembus angka 5:00 pada hampir semua interval...wow.... ngga nyangka... waktu menjalani interval pun saya ngga merasa terlalu all-out, kalau melihat max HR per interval pun, itu masih di Treshold Zone. Saya hampir tidak mencapai Max HR saya yang secara teori sekitar 190 bpm!

dari Sesi ini pun saya lumayan lebih optimis untuk mencapai sub-2 Half Marathon di JakMar nanti. Besok mungkin saya akan coba long run dengan pace yang cepat, mungkin sekitar 12 - 14 km kalau memungkinkan, karena lari di tempat kerja saya ini, waktu mungkin banyak, tapi tracknya terbatas sekali..hiks...

Satu lagi, pada sesi recovery tiap interval, saya pun melihat bahwa dalam 2 menit tersebut, heart rate saya bisa turun dari angka 170an ke 130an (easy).

Great interval, dan dengan FR 225, saya jadi tahu bahwa Max HR itu lebih parah dari yang biasanya / kemarin saya coba yah..gimana tuh rasanya...hahaa





Read more ...

Review : Saucony Kinvara 5

Wednesday, 19 August 2015
sesuai dengan janji saya sebelumnya (ya..ya.. dah kelamaan yah), saya akan review sedikit mengenai sepatu yang saya beli pas jalan-jalan ke Jepang bulan kemarin... Saucony Kinvara 5.

Kinvara 5 sebenarnya produk Saucony yang sudah keluar tahun kemarin (atau malah 2013 ya), namun sepatu ini cukup mendapat review yang positif, bahkan menjadi salah satu Best Running Shoes versi Runners World. Mendapat predikat tersebut, ya seharusnya sepatu ini worth to buy dan use yah, itu makanya waktu saya lihat sepatu ini, saya ngga punya keraguan untuk membawanya pulang.

Terlebih lagi, Kinvara 5 yang saya beli adalah seri Tokyo Concept, ini kebiasaan orang Jepang untuk mengeluarkan produk yang didistribusikan hanya di Jepang alias Japan Domestic Market (JDM...ya... ini artian JDM yang sebenarnya anyway...)



Berbeda dengan colourway dari Kinvara yang dirilis di pasaran luar jepang, Tokyo Concept ini hadir dengan warna hitam dan putih saja. Kalau ditanya, kenapa ya warnanya hitam putih..saya sendiri ngga punya ide, tapi mungkin warna tersebut diadopsi dari kultur Jepang yang tradisional... plain black & white. Mereka saja masih mengenakan kemeja yang dominan putih lho kalau pergi ke kantor!

Kinvara 5 ini adalah seri Saucony yang termasuk kedalam kategori racing flat. Heel to toe-nya saja 4 mm. Saya mencoba membandingkan responsiveness dari Kinvara 5 ini dengan Triumph ISO yang saya miliki sebelumnya. Triumph ISO ini adalah sepatu cushioning dengan hell to toe 8 mm. Kesan yang terasa beda adalah saat saya melakukan speed work, flat shoes seperti Kinvara 5 terasa lebih responsif, rasanya tidak ada energi yang teredam saat toe-off. Memang untuk upper, Triumph ISO dengan IsoFit-nya terasa lebih empuk dan nyaman, tapi Kinvara 5 menang lebih ringan karena upper-nya menggunakan sistem Flex Film yang tipis namun elastis

Dibandingkan Triumph ISO, Kinvara 5 tetap lebih ringan. Apalagi sama Asics GT-2000...hehe






Saya sudah mencoba beberapa kali interval dan tempo run, Kinvara 5 memberikan responsiveness sebagai racing shoes, namun tetap ada cushy feel nya juga sehingga nyaman untuk long run. Oiya, Kinvara 5 ini termasuk dalam kategori "Natural Series" oleh Saucony. Saya sendiri kurang paham maksudnya Natural ini, bahasa jualan yang umum digunakan kan Neutral, Cushioning dan Stability... Anyway, saya akan artikan secara harafiah bahwa sepatu ini membuat kita berlari dengan gerakan alami kita, atau sepatu ini didesain untuk mengikuti pronasi dan gerakan kaki kita. Saya adalah mild over-pronator, tapi sepatu ini dapat saya gunakan tanpa adanya kendala apapun, injury pun ngga saya alami dengan Natural type shoes ini.

Saya berencana untuk menggunakan ini pada Jakarta Marathon nanti.

It's a nice shoes, responsive yet cushy. Light as feather but comfort in the same time.

...and it's JDM shoes...













Read more ...